HUT ke 73 RI

Dua Putra Karaeng Pangki Jadi Pembaca Teks Proklamasi di Bulukumba

Ayahnya merupakan seorang pejuang bangsa, yang rela mengorbankan waktu bahkan jiwanya untuk kemerdekaan republik ini.

Dua Putra Karaeng Pangki Jadi Pembaca Teks Proklamasi di Bulukumba
firki arisandi/tribunbulukumba.com
Dua anak Tokoh Pejuang Veteran Bulukumba, Andi Pangki Dg Sawing, menjadi pembaca teks proklamasi pada Upacara Pengibaran Bendera HUT ke-73 Republik Indonesia di Kabupaten Bulukumba, Sulsel, Jumat (17/8/2018). 

Laporan Wartawan TribunBulukumba.com, Firki Arisandi

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Dua anak Tokoh Pejuang Veteran Bulukumba Andi Pangki Dg Sawing, menjadi pembaca teks proklamasi pada Upacara Pengibaran Bendera HUT ke 73 Republik Indonesia di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), Jumat (17/8/2018).

Andi Pangki Dg Sawing yang dikenal dengan nama Karaeng Pangki ini, merupakan pengurus Legiun Veteran Republik Indonesia di Bulukumba dan juga pernah menjabat sebagai kepala Kehutanan selama 38 tahun.

Kedua anaknya kini telah menjadi wakil rakyat dan berkesempatan membacakan teks proklamasi. Teks yang dibacakan oleh Presiden Soekarno sebagai tanda telah merdekanya negeri ini, 73 tahun silam.

Keduanya yakni Ketua DPRD Bulukumba Andi Hamzah Pangki, bersama kakaknya Andi Zulkarnain Pangki, yang tak lain merupakan wakil ketua I DPRD Bulukumba.

Kedua kakak beradik ini dipercayakan membaca teks proklamasi di dua lokasi berbeda.

Hamzah di Lapangan Pemuda Kecamatan Ujung Bulu, dan Zulkarnain di Lapangan Olahraga Desa Bontobangun Kecamatan Rilau Ale.

Saat dimintai tanggapannya, Andi Zulkarnain mengaku bangga mendapat kepercayaan untuk membacakan teks proklamasi ini.

Baca: 100 Nelayan Ikut Upacara HUT Proklamasi di Pantai Losari

Baca: Gubernur Sulbar Jadi Irup, Ketua DPRD Baca Teks Proklamasi

Terlebih ayahnya merupakan seorang pejuang bangsa, yang rela mengorbankan waktu bahkan jiwanya untuk kemerdekaan republik ini.

"Momentum ini menjadi pembelajaran, coba kita lihat saat masa perjuangan meraih kemerdekaan. Saya sangat terharu," kata Zulkarnain.

Ia menganalogikan perjuangan tersebut dalam permainan panjat pinang, yakni saat masyarakat berjuang meraih bendera yang tersimpan di puncak tiang.

"Ini hanya mencabut bendera. Bagaimana dengan para pejuang terdahulu dalam merebut kemerdekaan," tambah Zulkarnain.

Ketua Partai Amanat Nasional (PAN) Bulukumba ini juga mengatakan, terpilihnya dia menjadi wakil rakyat adalah sebuah amanah dan perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan masyarakat dari berbagai aspek.

Bukan hanya kepada masyarakat yang menjadi daerah pemilihannya, namun seluruh masyarakat Bulukumba.

"Biarlah orang yang melihat kontribusi saya, saya tidak bisa menilai sendiri. Karena inilah salahsatu bentuk perjuangan dan kecintaan kita terhadap bangsa," tuturnya.(*)

Penulis: Firki Arisandi
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved