Liga 1 2018

PSM Terjun Bebas di Klasemen Sementara Pekan ke-20, Ini Ulasan Penyebabnya

Anak asuhan Robert Rene Alberts ini harus puas bertengger di posisi ke-6 klasemen sementara.

PSM Terjun Bebas di Klasemen Sementara Pekan ke-20, Ini Ulasan Penyebabnya
INT
PSM Makassar 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Liga 1 Indonesia 2018 menyisakan 14 pekan lagi. Dalam sisa pertandingan itu, untuk sementara kompetisi libur sebulan penuh lantaran ajang Asian Games tengah bergulir.

Seluruh tim peserta Liga 1 pun telah menutup pertandingan pekan ke-20 sebelum kompetisi benar-benar diliburkan. Dari tabel klasemen sementara, Persib Bandung masih kokoh sebagai pemuncak dengan 35 poin.

Sementara itu, PSM Makassar harus terjun bebas di tabel klasemen. Anak asuhan Robert Rene Alberts ini harus puas bertengger di posisi ke-6 klasemen sementara.

Capaian tersebut cukup ironis, mengingat PSM menjadi salah satu tim yang konsisten pada putaran pertama berada di papan atas. Bahkan beberapa kali berstatus pemuncak klasemen.

Namun capaian di klasemen menggambarkan hasil laga yang diraih PSM. Terutama di empat laga terakhir, Laskar Pinisi tak sekalipun meraih kemenangan.

Tiga laga harus berakhir imbang, termasuk kala menjamu Perseru Serui di Stadion Mattoangin, Minggu (7/8) lalu. Serta laga pekan ke-20, PSM lagi-lagi harus berbagi angka dengan tuan Rumah Persela Lamongan.

Dengan raihan tiga poin saja di empat laga tak membuat PSM mampu bertahan di papan atas. Sebab di pertandingan lain, tim pesaing lainnya seperti Bali United, Barito Putra, Madura United dan Bhayangkara FC meraih kemenangan di pekan ke-20.

Hasil impresif bahkan ditunjukan Bali United, Madura United dan Bhayangkara FC, lantaran mampu meraih tiga poin di kandang lawan. Hal itu membuat PSM harus terjun bebas, meskipun perolehan poin antaran pemuncak klasemen hingga papan tengah tak terpaut jauh.

Hasil yang dicapai PSM ini tak terlepas dari perubahan skenario Starting Eleven yang terus dilakukan Robert selaku pelatih kepala. Selain itu menurut mantan pemain PSM, Faisal Maricar, permainan ngotot PSM seperti musim lalu tak lagi nampak.

"Pemilihan starting selalu berubah, artinya hingga saat ini komposisi yang ada masih diraba-raba belum lagi persoalan pemain Asing yang keseringan absen akibat akumulasi kartu. Terakhir permainan PSM tidak ngotot seperti musim lalu," ujar Faisal, Selasa (13/8).

Ia pun menyarankan agar tim Kepelatihan juga mengutamakan persoalan psikologi pemain. Bukan hanya sekedar teknik atau skema yang diutamakan dalam latihan.

"Putaran kedua ini PSM sudah punya striker baru, jadi haruslah banyak-banyak berbenah dan menemukan bentuk permainannya jika ingin bicara soal juara. Sebab tim lain juga terus berbenah dan hasilnya bisa dilihat di putaran kedua ini," tuturnya.

Penulis: Alfian
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help