Rupiah Melemah Terhadap Dollar AS, Ini Kata Dosen Ekonomi Unhas

Pelemahan rupiah terhadap dolar AS tersebut karena imbas dari krisis ekonomi yang sedang terjadi di Turki.

Rupiah Melemah Terhadap Dollar AS, Ini Kata Dosen Ekonomi Unhas
KOMPAS/HERU SRI KUMORO
Ilustrasi Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS 

TRIBUN-TIMUR. COM MAKASSAR - Pekan ini, nilai tukar rupiah dibuka melemah ke posisi Rp 14.600 per dolar Amerika Serikat (AS) dari penutupan akhir pekan lalu di level Rp 14.478 per dolar AS.

Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani menyebutkan pelemahan rupiah terhadap dolar AS tersebut karena imbas dari krisis ekonomi yang sedang terjadi di Turki.

Sementara itu Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin (Unhas), Dr Anas Iswanto Anwar SE MA menilai kondisi ini memberikan isyarat bahwa BI belum mampu mengatasi pelemahan rupiah terhadap dolar AS.

"Semua jurus yang dikeluarkan BI rupanya belum mempan mengatasi dollar yang kian kencang," kata Anas Iswanto yang juga Ketua Prodi Magister Ekonomi Sumber Daya FEB Unhas saat dikonfirmasi Tribun Timur.

Baca: Dollar Menguat, Rupiah Tembus Rp 14.600, Bagaimana Dampak untuk Bisnis Perhotelan?

Ia pun meminta saatnya pemerintah kembali fokus ke dalam negeri walaupun pengaruh luar negeri juga begitu besar dan susah untuk diprediksi dan kendalikan.

Pelemahan rupihan terhadap dollar AS tersebut dinilai memberikan pengaruh sangat besar mulai dari hutang negara yang membengkak dan kecenderungan impor yang dilakukan pemerintah.

"Pengaruhnya sangat besar karena kita imported minded terutama dari bahan baku, maka harga-harga yang menggunakan bahan baku impor akan mahal dan inflasi mengancam," kata Anas Iswanto.

Alumni Fakultas Ekonomi Unhas tersebut pun meminta agar pemerintah memperbaiki ekspor dan turunkan impor serta membuat kebijakan-kebijakan yang pro pasar dan yang certainty atau pasti.

Baca: Rupiah Melemah Terhadap Dollar AS, Harga Rumah Diprediksi Bisa Naik

"Penyebab dollar kuat karena permintaan meningkat, harus dilawan dengan penawaran atau lepas dollar. Cadangan devisa di BI sudah terkuras, jadi masyarakat lepas dollar untuk nambah supply," tutur Anas Iswanto.

Sehingga yang terpenting saat ini ialah BI harus yakinkan masyarakat bahwa mereka tetap ada di pasar agar masyarakat tidak panik dan berspekulasi dengan memborong dollar karena diharapan dollar semakin tinggi.

Solusi lain yang bisa dilakukan pemerintah ialah mendorong parawisata supaya cadangan devisa naik. Apalagi potensi parawisata di Indonesia termasuk Sulsel sangat bagus.(*)

Penulis: Hasrul
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help