Bantu Korban Gempa, Tim Medis UMI Berangkat ke Lombok

Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ikut memberikan bantuan kesehatan untuk korban gempa di Lombok

Bantu Korban Gempa, Tim Medis UMI Berangkat ke Lombok
HANDOVER
Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar Prof dr Syarifuddin melepas tim medis UMI untuk Lombok NTB di depan FK UMI, Selasa (7/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Timur Munawwarah Ahmad

TRIBUN-TIMUR.COM ,MAKASSAR- Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ikut memberikan bantuan kesehatan untuk korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Bantuan tersebut berupa obat-obatan dan tentunya mengirimkan dokter terbaik Fakultas Kedokteran (FK) UMI. Pelepasan dilaksanakan di pelataran FK UMI, Selasa (7/8/2018).

Tim medis UMI terdiri dari sembilan (sembilan) orang terdiri dosen dan mahasiswa, dibagi dalam dua tim dibawah koordinasi dr Edward P Wiriansyah Sp P.

Tim A dipimpin dr Arni Isnaini Arfah MKes, sedang Tim B dipimpin dr A Firman Mubarak, M Kes dengan anggota dr Dzul Ikram, dr Wawan Susilo, Sultan Govinda, Donita Rian Utami, Fathur Rahmat dan Rahmat Badaruddin.

Dekan FK UMI Prof dr H Syarifuddin Wahid mengatakan, tim medis UMI akan berada di lombok selama tujuh hari yaitu 7-14 Agustus 2018.

"Mudah-mudahan tim ini bisa sukses menjalankan misi kemanusiaan tanpa banyak hambatan, dan bakti kita ini mendapat pahala dari Allah SWT,"doa Prof Syarifuddin.

Dekan FK juga mengingatkan, perjalanan ke daerah bencana tidaklah sama saat bepergian tujuan jalan-jalan. Untuk itu,para anggota tim medis UMI harus siap menghadapai kondisi yang tidak normal dalam kehidupan sehari-hari.

"Teman-teman harus siap hadapi situasi apapun. Kadang mau mandi tidak ada air, mau makan susah cari makanan dan lain-lain dan kondisi darurat seperti ini sudah harus dibiasakan," lanjut Prof Syarifuddin Wahid.

Prof Syarifuddin juga optimis tim medis UMI tidak akan menemui banyak hambatan di lapangan karena kita sudah berkoordinasi dengan pihak terkait di sana.(*)

Penulis: Munawwarah Ahmad
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help