Hasto Anggap SBY Selalu Politisir Hubungannya dengan Megawati

Keluhan musiman SBY tersebut terjadi karena sebagai seorang Bapak tentu mengharapkan yang terbaik bagi anaknya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Hasto Anggap SBY Selalu Politisir Hubungannya dengan Megawati
TRIBUN TIMUR/ MUH ABDIWAN
Sekjen DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) III DPD PDIP Sulsel di Hotel Grand Clarion Makassar, Jumat (19/2/2016) 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasim Arfah

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR-Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menanggapi komentar Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono terkait hubungannya dengan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri.

“Monggo silahkan lihat dalam jejak digital maupun media cetak, bahwa menjelang Pemilu pasti Pak SBY selalu menyampaikan keluhannya tentang Ibu Megawati. Padahal Ibu Megawati baik-baik saja. Selama ini beliau diam, karena beliau percaya terhadap nilai-nilai Satyam Eva Jayate, bahwa pada akhirnya kebenaranlah yang akan menang," kata Hasto, via rilis ke Tribun, Kamis (26/7/2018).

Ia menjelaskan, keluhan musiman SBY tersebut terjadi karena sebagai seorang Bapak tentu mengharapkan yang terbaik bagi anaknya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Seluruh pergerakan politik Pak SBY adalah untuk anaknya, sementara Ibu Megawati jauh lebih luas dari itu. Ibu Mega selalu bicara untuk PDI Perjuangan; untuk Pak Jokowi; untuk rakyat, bangsa dan negara, sementara Pak SBY selalu saja mengeluhkan hubungan itu," katanya.

Hasto pun mengingatkan apa yang terjadi menjelang pilpres tahun 2004.

Baca: JK Dampingi Jokowi Periode Kedua? Bappilu PDIP Sulsel Tunggu Keputusan Megawati

Baca: VIDEO: Demokrat Sulsel Usul Paket Prabowo-Agus di Pilpres 2019

“Saat itu Pak SBY menyatakan diri sebagai orang yang dizolimi. Secara psikologis, seharusnya yang menzolimi itu kan yang merasa bersalah, tetapi kenapa ya Pak SBY justru nampak sebagai pihak yang merasa bersalah dan selalu menuduhkan hal yang kurang pas tentang Ibu Mega?”

Hasto pun menceritakan jelang Pilpres 2014, saat itu Ketua Umum Partai yang mendesak Megawati agar bertemu SBY guna memastikan kemenangan Jokowi

“Ibu Megawati menegaskan, Pak Jokowi akan menang karena dukungan rakyat. Sekiranya pertemuan saya dengan Pak SBY dianggap sebagai faktor utama kemenangan Pak Jokowi, maka kasihan rakyat yang telah berjuang. Banyak rakyat kecil yang iuran 20-50 ribuan untuk Pak Jokowi. Masa' dukungan rakyat yang begitu besar untuk kemenangan Pak Jokowi kemudian dinihilkan hanya karena pertemuan saya”, kata Hasto menirukan ucapan Megawati saat itu.

Hasto pun menganggap gagal atau tidaknya koalisi SBY dan Partai Gerindra lebih karena kalkulasi yang rumit yang dilakukan SBY, yang hanya fokus dengan masa depan AHY.

“Jadi sebaiknya pemimpin itu bijak, kalau tidak bisa berkoalisi dengan Pak Jokowi karena sikapnya yang selalu ragu-ragu, ya sebaiknya introspeksi dan jangan bawa nama Ibu Mega seolah sebagai penghalang koalisi tersebut. Sekiranya Pak SBY mendorong kepemimpinan Mas AHY secara alamiah terlebih dahulu, mungkin sejarah bicara lain," katanya. (*)

Penulis: Muh. Hasim Arfah
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help