Pilwali Makassar

Kasus Dugaan Penggerak Kolom Kosong, Bawaslu Sebut Ini Acaman Hukumannya

Dari pemeriksaan yang dilakukan hampir selama tiga jam itu, Bawaslu mengajukan sekitar 20 pertanyaan

Kasus Dugaan Penggerak Kolom Kosong, Bawaslu Sebut Ini Acaman Hukumannya
TRIBUN TIMUR/ABD AZIS
Komisioner Bawaslu Sulsel, Asry Yusuf 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Alfian

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sulawesi Selatan telah memeriksa dan meminta keterangan Wali Kota Makassar, Mochammad Ramdhan Pomanto, terkait laporan dugaan keterlibatannya memanfaatkan jabatan memenangkan Kolom Kosong dalam Pemilihan Wali Kota Makassar 2018 ini.

Danny Pomanto sapaan Wali Kota Makassar itu diperiksa, Senin (9/7/2018) Malam, sejak Pukul 20.15 Wita hingga Pukul 23.00 Wita di Kantor Bawaslu Sulsel, Jl AP Pettarani.

Dari pemeriksaan yang dilakukan hampir selama tiga jam itu, Bawaslu mengajukan sekitar 20 pertanyaan kepada Danny Pomanto.

Koordinator Gakkumdu yang juga Komisioner Bawaslu Sulsel, Asry Yusuf, menerangkan bahwa pemeriksaan tersebut terkait dengan laporan yang mengarah pada pelanggaran UU No 10 Pasal 71 Ayat 1 Tahun 2016.

"Di mana jika terbukti maka ancaman hukumannya yakni Pidana atau kurungan penjara," ungkapnya saat ditemui usai pemeriksaan.

Tak hanya Danny Pomanto, Bawaslu Sulsel juga memeriksa Kasubag Protokoler Pemkot Makassar sebagai saksi.

“Setelah Pak Danny, kami juga akan memeriksa Kasubag Protokoler, besok mungkin (Hari ini) untuk laporan nomor 11 kami akan plenokan kami akan membahasan keduanya apakah ada perbuatan melawan hukum atau tidak, laporan 11 sama 12 itu sama, nomor sebelasnya itu besok tapi kalo memungkinkan kami akan tuntaskan besok semua,” ungkapnya.

Sebelumnya pemeriksaan Wali Kota Makassar itu terkait tindak lanjut pelaporan oleh Lembaga Advokasi Partai Gerindra Pusat serta adanya laporan perorangan yang diajukan ke Bawaslu Sulsel.

Laporan tersebut terkait adanya dugaan Danny Pomanto melakukan pelanggaran memanfaatkan jabatannya dalam memenangkan kolom kosong di Pilwali Makassar 2018 ini.

"Ada dua laporan yang pertama terkait sujud syukur Pak Danny sesaat setelah adanya hasil Quick Count yang memenangkan kolom kosong dan laporan kedua itu soal Pak Danny yang menghadiri halal bihalal kolom kosong," ujar Koordinator Gakkumdu Bawaslu Sulsel, Asry Yusuf. (*)

Penulis: Alfian
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help