Proyek Jalan Beton Bambu Runcing Maros Bikin Macet, Pengendara Marah-marah

Sebagian badan jalan dari arah Turikale, ditutup karena beton. Sementara hanya sebagian badan jalan yang dibuka untuk dilintasi.

Proyek Jalan Beton Bambu Runcing Maros Bikin Macet, Pengendara Marah-marah
TRIBUN TIMUR/ANSAR
Macet di jalan Bambu Runcing Turikale, karena sebagian badan jalan ditutup dan dibeton oleh kontraktor. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Proses pengerjaan jalan beton di jalan Bambu Runcing, atau poros Turikale-Tanralili, Maros, menyebabkan kemacetan panjang, Senin (2/7/2018).

Sebagian badan jalan dari arah Turikale, ditutup karena beton. Sementara hanya sebagian badan jalan yang dibuka untuk dilintasi.

Hal tersebut membuat kendaraan dari arah Tanralili dan Turikale, bersamaan masuk ke jalan yang masih dibuka. Akibatnya, terjadi pertemuan arus kendaraan.

Kendaraan dari dua arah yang berlawanan sama-sama berhenti karena jumlahnya terus menumpuk. Arus lalulintas macet total dan tidak ada pergerakan kendaraan.

Macet sekitar 1 kilometer tersebut disebabkan tidak adanya pengaturan arus lalulintas dari pihak kontraktor. Meski macet, kontraktor tetap melanjutkan pekerjaan dan cuek.

Sejumlah pengemudi mulai naik pitam dan turun dari mobilnya. Mereka meminta salah satu arus harus mengalah. Namun pengemudi lain, tidak mau mengalah.

Hal tersebut membuat terjadinya perdebatan sesama pengemudi. Kemacetan total terjadi selama sejam 30 menit. Macet mulai pukul 14.30 wita sampai 16.00 wita.

"Dari arah Tanralili harus mundur. Kalau tidak ada mengalah, kita semakin lama di jalan," kata seorang pengendara dari arah Turikale, Sultan.

Pengendara lain dari arah Tanralili, Fahmi menolak untuk mundur. Pasalnya, sejumlah kendaraan di belakangnya menumpuk. Jika mundur, pengendara harus berjalan sekitar 700 meter.

"Tidak bisa kami mundur. Lihat di belakang, banyak mobil. Baru kalau kami mundur, jarkanya cukup jauh," kata Fahmi membalas permintaan Sultan.

Beruntung, Paurminpers Bagsumda Polres Maros, Bripka Mulyadi B Wahid yang kebetulan melintas di lokasi kemacetan, turun dari mobilnya dan mengatur kendaraan.

Mulyadi meminta kepada pengendara dari arah Turikale, untuk mengalah dan mundur. Pengemudi pun mundur. Kendaraan dari arah Tanralili, mulai berjalan tersendat-sendat. (*)

Penulis: Ansar
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved