Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pilgub Sulsel 2018

Elektabilitas NH-Aziz Tertinggi, Hoist: Bukti Sulsel Baru Ingin Pemimpin Pembaharu

Sulsel Baru yang menjadi konsep NH-Aziz diterima oleh masyarakat menuju yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.

Penulis: Abdul Azis | Editor: Hasriyani Latif
handover
Ketua DPD II Golkar Kabupaten Gowa, Hoist Bachtiar 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Abdul Aziz

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Lagi-lagi, pasangan calon Gubernur-calon Wakil Gubernur Sulsel nomor urut satu, Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) diunggulkan dalam Pilgub Sulsel. Berdasarkan rilis hasil survei lembaga Index Indonesia, NH-Aziz tampil unggul dengan persentase sebesar 30,1 persen.

Adapun Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman terpaut jauh dengan poin 23, persen dan Ichsan Yasin Limpo-Andi Muzakkar sebesar 18,9 persen. Agus Arifin Nu'mang-Tanribali Lamo mengantongi elektabilitas sebesar 5,1 persen. Hasil survei ini dirilis di Hotel Grand Clarion Makassar, Kamis (7/6/2018).

Ketua DPD II Golkar Kabupaten Gowa, Hoist Bachtiar mengungkapkan, raihan tersebut sebagai keinginan dan harapan masyarakat Sulsel atas hadirnya pemimpin pembaharu. Sulsel Baru yang menjadi konsep NH-Aziz diterima oleh masyarakat menuju yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.

Baca: Tokoh Masyarakat Tallo Jamin 60% Suara untuk NH-Aziz

Baca: NH Realisasikan Beasiswa Sarjana untuk Warga Lutim

Khusus di Gowa, Hoist menjelaskan, masyarakat diakui telah jengah mendapatkan perlakuan intimidasi. Oleh karena itu, kata Hoist, masyarakat menginginkan NH-Aziz agar mampu membebaskan belenggu tersebut.

"Banyaknya tekanan dan intimidasi yg ada jadi masyarakat ingij merasakan kebebasan. Itu yang mau mereka lawan dengan butuh sosok pemimpin baru, yaitu NH-Aziz," jelasnya, Jumat (8/6/2018).

Legislator DPRD Sulsel ini pun mengimbau kepada seluruh tim pemenangan agar tetap solid menjaga ritme kemenangan NH-Aziz. Meskipun bertanggung jawab di daerah basis lawan, Hoist tetap berkomitmen untuk memenuhi target dukungan suara.

"Karena di Gowa ini jadi basis kandidat lain dan kerap terjadi intimidasi, kita tetap optimistis bisa melampaui target. Tugas kita ialah mempertahankan suara dan mencegah intimidasi, kecurangan, dan keributan," pesannya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved