Tak Berkantor Pascakasus Suapnya Viral, Oknum ASN di Bulukumba Ini Bakal Diberi Surat Teguran

Ia mengunggah sebuah pengakuan bahwa dirinya telah melakukan suap senilai Rp 49 miliar ke Kementerian PUPR.

Tak Berkantor Pascakasus Suapnya Viral, Oknum ASN di Bulukumba Ini Bakal Diberi Surat Teguran
facebook
Foto unggahan Andi Ichwan As

Laporan Wartawan TribunBulukumba.com, Firki Arisandi

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Pascaunggahannya di media sosial facebook viral, oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bulukumba, Andi Ichwan As, tidak pernah lagi berkantor.

Sebelumnya, ia mengunggah sebuah pengakuan bahwa dirinya telah melakukan suap senilai Rp 49 miliar ke Kementerian PUPR tahun 2017 untuk proyek pembangunan irigasi.

"Lama aku sabar mengadu tdk ada yg gubris sekarang saya bersedia jadi apa saja dan saya akan laporkan ke KPK bahwa ini anggaran IRIGASI 49m lebih krn hasil suap. saya yg bawah uangnya buat apa takut utk kebenaran silahkan penegak hukum tangkap semua pelakunya saya bersedia bongkar semua ini uang suap. tempat komitmen. (sakit).," tulis caption foto yang memperlihatkan dirinya memegang uang.

Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Disdikbud Bulukumba, Sukwandi Saing yang ditemui TribunBulukumba.com, Rabu (23/5/2018) mengungkapkan, dalam waktu dekat Andi Ichwan As bakal diberi surat teguran.

Baca: Dugaan Suap ASN Rp 49 M Viral, DPRD Bulukumba Agendakan Rapat Bareng Dinas PSDA

Baca: KAPAK Bulukumba Desak Inspektorat Tindaklanjuti Dugaan Suap Oknum ASN

Sukwandi Saing merupakan atasan Ichwan di kantor Disdikbud, tempat Andi Ichwan As sehari-harinya bertugas. "Kalau minggu ini tidak masuk, dia akan diberikan surat teguran," ujar Wandi.

Dikatakan, Ichwan terakhir masuk kantor dua hari sebelum ia mengunggah status pengakuan suap yang telah diakuinya di media sosial.

Jika berkantor, kata Wandi, Ichwan biasanya mengerjakan bagian pengarsipan berkas. "Sebelum ia mengunggah status, dia memang kelihatan stres. Dia sering kedatangan tamu, hampir tiap hari," tuturnya.

Wandi menyebutkan, sebagai seorang atasan, ia kerap menghubungi Ichwan untuk memintanya kembali masuk kantor, komunikasi terakhirnya, kata dia, yakni Selasa (22/5/2018) melalui pesan WhatsApp.

"Katanya, sekarang dia sedang berada di Jakarta. Ada urusan yang mau diselesaikan. Itu saja dia bilang," tambahnya.(*)

Penulis: Firki Arisandi
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved