Teror Bom Surabaya, Bagaimana Sebenarnya Hukum Mensalati Jenazah Teroris Yang Meninggal Bunuh Diri?

Karena aksi teror, seorang istri menjadi janda, seorang suami menjadi duda, anak-anak menjadi yatim, orang-orang sehat menjadi cacat

Teror Bom Surabaya, Bagaimana Sebenarnya Hukum Mensalati Jenazah Teroris Yang Meninggal Bunuh Diri?
DOK POLRI
Bom meledak di Polrestabes Surabaya, Jawa Timur, Senin (14/5/2018) pagi.(Dok. Polri) 

TRIBUN-TIMUR.COM - Duka mendalam untuk seluruh korban bom di Surabaya dan Sidoarjo. Dua hari terakhir, Kepolisian Negara Republik Indonesia sibuk dengan aksi teror bom di Surabaya dan Sidoarjo. 

Senin (14/5/2018), dua serangan bom bunuh diri terjadi di Surabaya dan mengakibatkan korban meninggal.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, saat ini ada fenomena bom bunuh diri menggunakan anak-anak dan perempuan.

Menurut dia, fenomena menggunakan anak-anak untuk melakukan bom bunuh diri baru pertama kalinya di Indonesia.

Namun, hal itu sudah beberapa kali dilakukan oleh ISIS.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (tengah) memberi keterangan pada wartawan usai meninjau rutan cabang Salemba Mako Brimob Kelapa Dua pasca kerusuhan di Depok, Jawa Barat, Kamis (10/5). Kapolri meninjau Mako Brimob pasca insiden antara narapidana teroris dengan petugas yang mengakibatkan lima anggota Polri dan seroang teroris meninggal dunia.
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (tengah) memberi keterangan pada wartawan usai meninjau rutan cabang Salemba Mako Brimob Kelapa Dua pasca kerusuhan di Depok, Jawa Barat, Kamis (10/5). Kapolri meninjau Mako Brimob pasca insiden antara narapidana teroris dengan petugas yang mengakibatkan lima anggota Polri dan seroang teroris meninggal dunia. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

"Di Siria dan ISIS, mereka sudah lakukan. Sudah beberapa kali mereka menggunakan anak-anak," kata Tito dalam jumpa pers di Mapolda Jawa Timur, Senin (14/5/2018).

"Namun, fenomena menggunakan anak-anak, ini baru pertama kali di Indonesia.

Anak 9 dan 12 tahun dilengkapi dengan bom di pinggang," ujar Tito.

Tito merujuk pelaku bom bunuh diri yang dilakukan Puji Kuswati, yang mengajak dua putrinya, meledakkan diri di GKI Jalan Diponegoro, Surabaya, pada Minggu (13/5/2018) kemarin.

Tito mengatakan, upaya bom bunuh diri yang dilakukan oleh perempuan di Indonesia juga bukan pertama kali.

Halaman
1234
Editor: Mansur AM
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved