Begini Kelanjutan Rencana Rel Kereta Api Gusur Kuburan Soppeng Riaja

Ketua PMII cabang Barru, Mirsal mengutarakan hasil mediasi yang dilakukan sebelumnya antara pihak Satker dan ahli waris kuburan

Begini Kelanjutan Rencana Rel Kereta Api Gusur Kuburan Soppeng Riaja
akbar/tribunbarru.com
Ketua PMII Barru, Mirsal (kanan) dan Sekretarisnya, Herdiansyah. 

Laporan Wartawan TribunBarru.com, Akbar HS

TRIBUNBARRU. COM, BARRU - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Barru kembali mempersoalkan proyek Rel Kereta Api (RKA) yang rencananya dibangun di atas lahan kuburan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru.

Ketua PMII cabang Barru, Mirsal mengutarakan hasil mediasi yang dilakukan sebelumnya antara pihak Satker dan ahli waris kuburan di Soppeng Riaja beberapa waktu lalu, hingga kini belum menemukan titik terang.

"Beberapa waktu lalu telah diadakan mediasi antara pihak pelaksana proyek RKA dan ahli waris kuburan di Soppeng Riaja, tapi nyatanya sampai detik ini belum ada kejelasan yang didapatkan ahli waris dari persoalan terkait masalah rencana pembongkaran kuburan itu untuk dipindahkan dan digunakan membangun RKA," kata Mirsal kepada Tribun Barru.com, saat ditemui di kantor Pemda Barru, Jumat (4/5/2018).

"Kami selaku pendamping atau penyambung lidah masyarakat ingin menyampaikan hal ini ke pihak terkait agar ada kejelasan terhadap persoalan itu," tambahnya.

Dikatakan, dalam proses mediasi yang dakukan sebelumnya, pihak Satker RKA menyampaikan rencananya untuk melakukan pembongkaran lahan pekuburan Soppeng Riaja.

Namun, di dalam proses mediasi kala itu, para ahli waris tak menginginkan adanya pembokaran kuburan tersebut.

"Dalam proses mediasi waktu itu di Soppeng Riaja, para ahli waris kuburan meminta agar pihak Satker tidak melakukan pembongkaran kuburan. Mereka menawarkan agar pelaksana proyek RKA mencari cara lain agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan," ujar Mirsal.

"Salah satu cara yang ditawarkan ahli waris yakni dengan cara membangun jembatan fly over ataukah perencanaan proyek RKA di lokasi tersebut di pindahkan, karena di area kuburan masih ada lahan kosong dan tak mesti membongkar kuburan yang ada," katanya.

Alumni STIA Al-gazali Barru angakatan 2011 itu membeberkan, persoalan tersebut tidak terselesaikan, juga lantaran ada indikasi oknum tertentu yang ingin mencari keuntungan dari proyek RKA di wilayah Soppeng Riaja tersebut.

"Masyarakat mengindikasi bahwa di area pekuburan itu ada lahan milik seseorang yang ingin agar lahannya terkena proyek RKA sehingga bisa diganti rugi," ungkapnya.

Sekretaris PMII Barru Herdiasnyah menambahkan, untuk mencari solusi terhadap persoalan itu, pihaknya meminta ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barru agar kembali dilakukan mediasi.

"Saya dan Ketua PMII Barru (Mirsal) sudah mengantar surat permohonan mediasi ke pihak Pemkab Barru, untuk kita bersama-sama membiacarakan masalah ini dengan pihak-pihak terkait. Kita sisa menunggu jadwal pak Bupati terkait pelaksanaan mediasi tersebut," tutur Herdiasnyah.

Sekedar diketahui, lahan pekuburan yang ada di Soppeng Riaja sedikitnya terdapat 809 makam.

Lokasi kuburan yang akan dilalui RKA itu berada di Lingkungan Polewali, Kelurahan Kiru-kiru, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru.

Penulis: Akbar
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help