Pilkada Jeneponto 2018

Jelang Debat Publik Pilkada Jeneponto, Begini Persiapan Muhammad Syarif

Menurutnya, untuk membangun Jeneponto tidak perlu perisapan khusus, cukup dengan pengembangan sumber daya manusia

Jelang Debat Publik Pilkada Jeneponto, Begini Persiapan Muhammad Syarif
muslimin/tribunjeneponto.com
Calon bupati Jeneponto, Muhammad Syarif. 

TRIBUNJENEPONTO.COM, BINAMU - Calon Bupati Jeneponto, Muhammad Syarif mengaku tidak punya persiapan khusus jelang debat publik pasangan calon bupati dan wakil bupati Jeneponto 2018.

"Kalau persiapan saya tidak adaji persiapan khusus bagaimana, kan intinya Jeneponto ini kita bangun dari segi Geodemokonsos," kata Muh Syarif dinkonfirmasi via telepon selularnya, Jumat (13/04/2018) sore.

Menurutnya, untuk membangun Jeneponto tidak perlu perisapan khusus, cukup dengan pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya alam (SDA).

"Pilar pembangunan di Jeneponto kan bertumpuh pada pertanian, sektor pertanian kita kan 77 persen dan manusianya juga harus punya potensi," ujar Kareng Pattah sapaannya.

Lalu apa fokus program yang ditawarkan pada debat nantinya?

"Di Jeneponto semua punya potensi, kenapa Jeneponto peringkat 24 karena salah satunya sektor pertanian tidak diperhatikan," jawabnya.

Apakah sektor pertanian akan menjadi fokus bahasan saat debat nanti?

"Intinya semua potensi kita akan kembangkan kedepan," tutur mantan Sekkab Jeneponto itu.

Selain mempersiapkan materi debat, dirinya juga mengaku mempersiapkan kondisi fisik agar tetap sehat," Alhamdulillah sampai sekarang masih sehat," jelas pasangan calon wakil bupatu Andi Thahal Fasnih itu.

Debat rencananya berlansung di Gedung Sipitangarri, Jl Lanto Dg Pasewang, Kecamatan Binamu, Senin (16/04/2018) pekan depan.

Kontestasi Pilkada Jeneponto diikuti sedikitnya empat pasangan calon. Mereka yaitu, Mulyadi Mustamu-Muh Kasmin Makkamula, Muhammad Syarif-Andi Thahal Fasni, Iksan Iskandar-Paris Yasir dan Baharuddin Baso Jaya-Isnaad Ibrahim.

Penulis: Muslimin Emba
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help