Bantu Korban Banjir Bandang Mamuju, PKPU Sulsel Bagi Alat Sekolah

Hamka mewakili tim gabungan berharap aksi bersama ini bisa memotivasi anak-anak agar kembali ke sekolah.

Bantu Korban Banjir Bandang Mamuju, PKPU Sulsel Bagi Alat Sekolah
handover
PKPU bersama Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) membagikan peralatan sekolah untuk anak-anak korban banjir bandang di Desa Sese, Kecamatan Simboro, Mamuju, Minggu (2/4/2018) pagi. 

Laporan Wartawan TribunTakalar.com, Muhammad Ihsan Harahap

TRIBUNTIMUR.COM, MAMUJU - PKPU Human Initiative bekerja sama dengan Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) membagikan peralatan sekolah untuk anak-anak korban banjir bandang di Desa Sese, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Selatan, Minggu (1/4/2018).

Koordinator Divisi Program dan Pendayagunaan PKPU, Hamka Abdikusuma mengatakan aksi tersebut dilakukan sebagai langkah pemulihan setelah banjir yang diperuntukkan bagi anak-anak di beberapa titik sekolah yang terkena dampak banjir bandang Mamuju.

“Assesment awal dari PKPU menunjukkan ada 44 anak terdampak yang kehilangan peralatan sekolah dan membutuhkan bantuan,"jelas Hamka seperti rilis yang diterima TribunTakalar.com, Senin (2/4/2018).

Karena itu kami menyalurkan School Kit Trauma Healing agar anak-anak korban banjir kembali bersemangat untuk bersekolah setelah peristiwa banjir bandang tersebut," lanjutnya.

Baca: Peduli Banjir Bandang Mamuju, PHRI Sidrap Lakukan Ini

Baca: Korban Banjir Bandang di Mamuju Curhat Belum Dapat Bantuan Tempat Tinggal

Dikatakan, 44 paket yang dibagikan terdiri dari tas sekolah, sepatu, buku tulis, pulpen, dan crayon. Selain itu, tim gabungan PKPU HI dan FSLDK melakukan assessment lanjutan di lokasi bencana untuk menetukan langkah pemulihan lanjutan yang diperlukan.

Hamka mewakili tim gabungan berharap aksi bersama ini bisa memotivasi anak-anak agar kembali ke sekolah dan tetap semangat dalam kegiatan belajar dan mengajar di sekolah pascabencana.

Sementara itu, penerima School Kit tersebut, Ahmad (11) menyatakan kegembiraannya atas bantuan tersebut. "Saya senang dapat buku dan crayon. Besok akan sekolah lagi," ujarnya.

Sekadar informasi, peristiwa banjir bandang di Mamuju terjadi pada Kamis (22/3/2018) yang mengakibatkan sejumlah jalan terendam air hingga 150 cm.

Banjir tersebut terjadi karena meluapnya Sungai Karema akibat hujan berintensitas tinggi yang mengguyur daerah tersebut sejak dini hari. Menurut beberapa warga, banjir tersebut adalah yang terparah selama 20 tahun terakhir.(*)

Penulis: Muhammad Ihsan Harahap
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help