Tambang Ilegal Ancam 700 Hektare Sawah Warga Ujung Loe Bulukumba

Menurutnya, saat ini sudah ada sekitar 70 hektare lahan persawahan yang sudah tidak dapat ditanami.

Tambang Ilegal Ancam 700 Hektare Sawah Warga Ujung Loe Bulukumba
firki arisandi/tribunbulukumba.com
Puluhan hektare sawah milik warga di Dusun Kalamassang, Kelurahan Mariorennu, Kecamatan Gantarang, Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), dilanda kekeringan. 

Laporan Wartawan TribunBulukumba.com, Firki Arisandi

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Sedikitnya 700 hektare lahan persawahan warga di tiga desa di Kecamatan Ujung Loe, Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel) terancam gagal ditanami.

Hal tersebut diungkapkan oleh delegasi Kecamatan Ujungloe, Muh Iqbal, saat mengikuti musrenbang tingkat Kabupaten Bulukumba di ruang pola Kantor Bupati, Rabu (21/3/2018).

Menurutnya, saat ini sudah ada sekitar 70 hektare lahan persawahan yang sudah tidak dapat ditanami.

"700 hektare lahan persawahan terancam yakni di Desa Balong, Lonrong, dan Garanta. Aktivitas tambang membuat sungai semakin lebar dan dalam. Sehingga saluran irigasi tidak dapat terjangkau," tuturnya.

Agar tetap bisa ditanami, lanjut Iqbal, petani harus melakukan pembebasan lahan areal perkebunan untuk pembuatan irigasi baru.

Baca: Dishub Pinrang Kunjungi Tambang Galian di Suppa

Baca: Tambang Ilegal Masih Beroperasi, Komisi C DPRD Bulukumba Pertanyakan Kinerja Satgas

Menanggapi tersebut, Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali meminta polisi untuk menindak tegas para penambang ilegal tersebut.

Kalau perlu, kata Sukri, para penambang tersebut ditangkap dan dipenjarakan. "Ini mengancam masa depan Bulukumba. Ini harus ditindak tegas. Kami akan rapat khusus untuk masalah tambang ini," jelas bupati dua periode itu.

Sebelumnya, satuan tugas (satgas) telah menertibkan sedikitnya 82 lokasi titik tambang galian golongan C di Kecamatan Ujung Loe, Bulukumba, beberapa waktu lalu.

Namun, saat ini tambang ilegal kembali beroperasi.(*)

Penulis: Firki Arisandi
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved