Guru SDN 1 Tanrutedong Dipolisikan Murid, Begini Reaksi Ketua FPM Sidrap

Ketua LSM Forum Peduli Mustadh'afin (FPM) Sidrap, Ahlan menyayangkan adanya seorang guru di Sidrap,

Guru SDN 1 Tanrutedong Dipolisikan Murid, Begini Reaksi Ketua FPM Sidrap
AMIRUDDIN
Ketua FPM Sidrap Ahlan 

Laporan Wartawan TribunSidrap.com, Amiruddin

TRIBUNSIDRAP.COM, MARITENGNGAE - Ketua LSM Forum Peduli Mustadh'afin (FPM) Sidrap, Ahlan menyayangkan adanya seorang guru di Sidrap yang dilaporkan ke kepolisian karena memukul betis muridnya menggunakan mistar.

"Miris melihat dan mendengar ada guru yang dipolisikan. Sebenarnya ini bisa dibicarakan baik-baik antara orang tua murid dengan guru yang bersangkutan," kata Ahlan kepada TribunSidrap.com, Rabu (14/3/2018).

Baca: Diduga Pukul Betis Muridnya Pakai Mistar, Guru SDN 1 Tanrutedong Sidrap Ini Dipolisikan

Ahlan menambahkan, seharusnya keluarga murid tersebut melakukan klarifikasi ke pihak sekolah terlebih dahulu.

"Kasihan guru kalau selalu dipolisikan," ujarnya.

Aktivis yang juga gencar menyuarakan perlindungan anak di Sidrap tersebut, mengingatkan tenaga pendidik agar lebih berhati-hati mendidik anak didiknya.

Baca: Khawatir Guru SDN 1 Tanrutedong Dikriminalisasi, IGI Sidrap Lakukan Ini

"Pada dasarnya guru harus tetap waspada dengan adanya Undang Undang Perlindungan Anak, karena isi kepala orang tua murid tidak sama. Mungkin niat guru hanya mendidik, tetapi bisa saja diartikan lain oleh keluarga murid," tuturnya.

Sekadar diketahui, seorang guru sekolah dasar (SD) di Sidrap, bernama Hj Sarrati dilaporkan ke polisi, karena diduga telah memukul betis muridya menggunakan mistar.

Guru tersebut mengajar di SDN 1 Tanrutedong, Kecamatan Dua Pitue, Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Hj Sarrati memukul seorang muridnya, karena murid tersebut telah mendorong dua orang temannya hingga terjatuh.(*)

Penulis: Amiruddin
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved