Ini Ancaman Hukuman Guru Cabuli Murid di Bantaeng

Dia dijerat dengan UU Perlindungan Anak, pasal 82 yang ancaman hukumannya minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun.

Ini Ancaman Hukuman Guru Cabuli Murid di Bantaeng
Edi Hermawan/TribunBantaeng.com
Konferensi pers di Mapolres Bantaeng, Jl Sungai Bialo, Kecamatan Bantaeng, Kamis(8/3/2018). 

Laporan Wartawan TribunBantaeng.com, Edi Hermawan

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Pelaku pencabulan terhadap murid sendiri, JH terancam hukuman penjara 15 tahun.

Dia dijerat dengan UU Perlindungan Anak, pasal 82 yang ancaman hukumannya minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun.

Kapolres Bantaeng, AKBP Adip Rojikan didampingi Kasat Reskrim, AKP Andi Rahmat mengatakan bahwa jika terbukti hukuman untuk pelaku bisa bertambah sepertiga dari ancaman minimal.

"Pelaku pencabulan yang tak lain adalah gurunya sendiri telah mengakui perbuatannya, dia dijerat UU Perlindungan anak pasal 82," ujarnya saat konferensi pers di Mapolres Bantaeng, Jl Sungai Bialo, Kecamatan Bantaeng, Kamis(8/3/2018).

Pelaku mencabuli korbannya di dalam kelas dengan mengimingi uang Rp 2.000 hingga Rp 4.000.

Dari hasil pemeriksaan, dia juga mengakui sedang khilaf sebab tidak mampu menahan nafsunya.

"Korban dicabuli saat kelas sedang sepi dan diimingi uang. Dia mengaku khilaf lantaran tidak mampu menahan nafsunya," tambah perwira dua bunga itu.

Meski ada sembilan anak yang mengaku sebagai korban, pelaku baru mengakui dua anak saja sebagai korbannya.

Sementara yang lainnya masih sedang dilakukan pengembangan.

Dua diantaranya mengaku telah dicabuli lebih dari sekali dan ada yang baru sekali.

"Kami harap para orangtua lebih memperbaiki komunikasi dengan anaknya, ini bukti lemahnya komunikasi mereka, karena kejadian berlangsung sejak awal 2017 dan baru ketahuan pekan lalu," tuturnya.

Sebelumnya, sembilan siswa SD Inpres Palanjong, Desa Tombolo, Kecamatan Gantarangkeke melaporkan kejadian pencabulan yang dilakukan oleh gurunya sendiri.

Penulis: Edi Hermawan
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help