Dua Kali Ditawari Surya Paloh Masuk Nasdem, SYL: Mari Kita Kaji Sama-sama
Ia juga menyampaikan, dirinya dengan Surya Paloh juga kadang berbeda pilihan dalam politik.
Penulis: Muh. Hasim Arfah | Editor: Suryana Anas
Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasim Arfah
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -Gubernur Sulsel sekaligus Ketua DPP Partai Golkar, Syahrul Yasin Limpo kembali mendapatkan ajakan untuk bergabung di Partai Nasdem.
Ketua DPP Partai Nasdem, Surya Paloh menyampaikan langsung di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jl Jenderal Sudirman, Makassar, Sulsel, Rabu (28/2/2018).
Ajakan ini menjadi yang kedua setelah pelantikan kepengurusan Rusdi Masse cs sebagai ketua DPW Partai Nasdem Sulsel, 26 Agustus 2016 lalu.
Syahrul menyampaikan tanggapannya setelah menjamu seniornya di Forum Komunikasi Putra Putri Purnawira TNI/Polri (FKPPI) ini.
"Surya Paloh itu kan, kakak saya, dan mulai kecil, remaja, muda selalu sama-sama. Dan hampir tidak ada batasan hubungan kami, ini cara pendekatan ideal, pragmatis, dan emosional. Kadang-kadang tipis sekali batasnya," katanya.
Ia juga menyampaikan, dirinya dengan Surya Paloh juga kadang berbeda pilihan dalam politik.
"Pernahkah saya berbeda paham, biasa dalam Pilkada juga berbeda-beda. Bang Surya adalah kakak yang selalu care (peduli), dan dia paham saya, dalam kemampuan organize (mengorganisasikan) dan akselerasi," katanya.
Selanjutnya, Ia juga menyampaikan pernah berbeda pandangan dengan Surya.
"Pernah kita berbeda paham, itu biasa, dia sangat care dengan saya dan dia tak mau saya stagnan dengan strata politik yang saya miliki, dia sangat mengikuti saya sebagai ketua APPSI," katanya.
APPSI adalah akronim dari Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia.
Ini adalah organisasi yang semua anggotanya adalah gubernur aktif di 34 provinsi.
Saking dekatnya, SYL menyampaikan kritik ke Surya ketika salah jalur.
"Baru lagi ini ketemu, dia bicara ke saya, kamu gimana Rul lagi dua bulan dan kasi jelas mau kemana," kata SYL mengungkapkan pembicaraan dengan Surya Paloh.
Namun, SYL mengakui tak mau terjadi ribut setiap langkah politiknya menjelang berakhir masa jabatan gubernur Sulsel.