Wisata Sulsel

Warung Rawit Hadir di Makassar, Tawarkan Menu Nusantara dengan Suasana Kolonial

Dari tujuh cabang, warung Rawit di Makassar punya perbedaan. Bukan rasa dari puluhan menu yang dijajakan, tetapi suasananya.

Warung Rawit Hadir di Makassar, Tawarkan Menu Nusantara dengan Suasana Kolonial - warung-rawit1_20180207_135448.jpg
TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD ABDIWAN
Warung Rawit di Jl Hertasning Makassar. Dari tujuh cabang, warung Rawit di Makassar punya perbedaan. Bukan rasa dari puluhan menu yang dijajakan, tetapi suasananya. Owner Warung Rawit Makassar, Like Dwiyanti yang ditemui di warungnya di Jl Hertasning Makassar, Rabu (7/2/2018) menuturkan, awalnya interior yang digunakan sama dengan cabang lainnya.
Warung Rawit Hadir di Makassar, Tawarkan Menu Nusantara dengan Suasana Kolonial - warung-rawit2_20180207_165045.jpg
TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD ABDIWAN
Warung Rawit di Jl Hertasning Makassar. Dari tujuh cabang, warung Rawit di Makassar punya perbedaan. Bukan rasa dari puluhan menu yang dijajakan, tetapi suasananya.
Warung Rawit Hadir di Makassar, Tawarkan Menu Nusantara dengan Suasana Kolonial - warung-rawit3_20180207_165141.jpg
TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD ABDIWAN
Warung Rawit di Jl Hertasning Makassar. Dari tujuh cabang, warung Rawit di Makassar punya perbedaan. Bukan rasa dari puluhan menu yang dijajakan, tetapi suasananya.
Warung Rawit Hadir di Makassar, Tawarkan Menu Nusantara dengan Suasana Kolonial - warung-rawit4_20180207_165232.jpg
TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD ABDIWAN
Warung Rawit di Jl Hertasning Makassar. Dari tujuh cabang, warung Rawit di Makassar punya perbedaan. Bukan rasa dari puluhan menu yang dijajakan, tetapi suasananya.

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR --Warung Rawit sudah punya tujuh cabang, dua di Jakarta, Singkawan, Pontianak, Medan, jambi, dan teranyar di Makassar.

Namun dari tujuh cabang, warung Rawit di Makassar punya perbedaan. Bukan rasa dari puluhan menu yang dijajakan, tetapi suasananya.

Owner Warung Rawit Makassar, Like Dwiyanti yang ditemui di warungnya di Jl Hertasning Makassar, Rabu (7/2/2018) menuturkan, awalnya interior yang digunakan sama dengan cabang lainnya.

"Namun orang tua saya tertarik merubah konsepnya menjadi lebih lux dan elegan. Nah konsep kolonial yang jadi pilihan," ujarnya.

Konsep tersebut jadi daya tarik tertentu. Berlokasi di daerah padat penduduk perumahan dan perkantoran, warung ini terdiri atas dua lantai.

"Lantai 1 ada 21 meja, lantai 2 ada 14 meja plua VIP room untuk 10-12 orang. Ruangan full AC, ada area smoking-nya. Yah cukup 100 orang lebih lah," kata Like.

Untuk menunya, Indra Kusnadi, Manajemen Warung Rawit asal Jakarta angkat bicara. Ada beberapa klasifikasi menu yang ditawarkan kepada pelanggan, seperti menu khusus ikan ada 13 menu dengan harga mulai Rp 25 ribu-Rp 160 ribu. Menu andalan untuk ikan yakni tim jelawat Kalimantan dibandorol Rp 160 ribu.

Untuk kelompok sup ada 7 menu, dijual mulainRp 15 ribu-Rp 120 ribu. Andalannya yakni sup kakap sayur asin seharga Rp 120 ribu. Dan masih banyak lagi.

Untuk minum, ada 34 macam. "Kita ada jus, teh, hingga kopi. Harganya mulai Rp 6 ribu-Rp 30 ribu," ujarnya.

Warung ini buka mulai pukul 10.00-22.00 Wita. "Rencananya kita akan grand launching Sabtu (8/2/2018)," katanya. (*)

Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help