DPO 8 Tahun, Tersangka Korupsi Rp 41 Miliar Ditangkap Depan Masjid Syuhada Mamuju

Cahyadi menjelaskan, penangkapan berhasil dilakukan atas pengintaian dan penelusuran terhadap yang bersangkutan selama satu minggu.

DPO 8 Tahun, Tersangka Korupsi Rp 41 Miliar Ditangkap Depan Masjid Syuhada Mamuju
nurhadi/tribunsulbar.com
Tersangka AB menjalani pemeriksaan di ruangan Kasi Pidsus Kejari Mamuju, di Jl. Ks. Tubun, Kelurahan Rimuku, Kecamatan Mamuju, Sulbar. 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Tersangka tindak pidana korupsi senilai Rp 41 milliar pada Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Kota Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) yang sempat menjadi buronan selama delapan tahun, akhirnya ditangkap oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Mamuju.

Tersangka berinisial AB, ditangkap oleh Kasi Pidsus Mamuju'>Kejari Mamuju, Cahyadi Sabri, di Jl. Abd Wahab Asasi, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, tepat di depan Mesjid Raya Mamuju, Senin (5/2/2018).

Cahyadi menjelaskan, penangkapan berhasil dilakukan atas pengintaian dan penelusuran terhadap yang bersangkutan selama satu minggu.

"Sebelumnya kami mendapat info bahwa yang bersangkutan berada di Makassar, setelah kami mengetahu sudah di Mamuju, kami langsung melakukan pengintaian di kediaman dan di beberapa titik rumah di Kota Mamuju," katanya kepada TribunSulbar.com, Senin (5/2/2018) malam.

"Kami dapat tepat di depan Maesjid Raya Mamuju. Yang bersangkutan sempat mengelak dan menutupi wajahnya dengan menggunakan helm. Tapi kami tahun persis ciri-cirinya," terangnya.

Kasus tersebut mulai terkuak sejak tahun 2007 berdasarkan putusan MA nomor 156K/Pidsus/2009 tahun 2010.

"Perkara ini memiliki kekuatan hukum tetap pada tahun 2010. Dalam putusan tersebut, yang bersangkutan di jatuhi hukuman pidana selama 5 tahun denda Rp 200 juta dan uang pengganti Rp 550 juta," ujarnya.

"Yang terlibat dalam kasus ini sebanyak 20 orang tetapi yang sudah dieksekusi sampai saat ini sudah enam orang. Masih ada yang belum di eksekusi sembilan orang. Kami berharap kepada yang belum ditangkap agar menyerahkan diri dan bersikap koperatif," tutur Cahyadi Sabri.

Penulis: Nurhadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help