PT Antam Target Jual 18 Kg Emas per Bulan di Makassar

Khusus untuk Butik Makassar ditargetkan dapat menjual emas batangan hingga 18 kilogram (Kg) per bulan tahun 2018 ini

PT Antam Target Jual 18 Kg Emas per Bulan di Makassar
PT Antam (Persero) Tbk reopening Butik Emas di Kantor PT Antam (Persero) Jl Dr Samratulangi No.60 Makassar, Kamis (25/1/2018). Butik Emas Makassar ini ditargetkan dapat menjual emas batangan hingga 18 kilogram (Kg) per bulan tahun 2018 ini. tribun timur/muhammad abdiwan 

Laporan Wartawan Tribun Timur Hasrul

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- General Manager PT Antam Tbk Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia, Abdul Hadi Aviciena mengungkapkan pihaknya menargetkan penjualan hingga 24 ton secara nasional.

Angka ini naik dibanding pencapaian tahun 2017 yang lalu berhasil menjual emas batangan hingga 13,7 ton.

Khusus untuk Butik Makassar ditargetkan dapat menjual emas batangan hingga 18 kilogram (Kg) per bulan tahun 2018 ini

PT Antam (Persero) Tbk reopening Butik Emas di Kantor PT Antam (Persero) Jl Dr Samratulangi No.60 Makassar, Kamis (25/1/2018). Butik Emas Makassar ini ditargetkan dapat menjual emas batangan hingga 18 kilogram (Kg) per bulan tahun 2018 ini. tribun timur/muhammad abdiwan
PT Antam (Persero) Tbk reopening Butik Emas di Kantor PT Antam (Persero) Jl Dr Samratulangi No.60 Makassar, Kamis (25/1/2018). Butik Emas Makassar ini ditargetkan dapat menjual emas batangan hingga 18 kilogram (Kg) per bulan tahun 2018 ini. tribun timur/muhammad abdiwan ()

"Tahun ini kita target menjual 24 ton, dimana tahun lalu kami menjual emas batangan 13,7 ton secara nasional," ungkap Abdul Hadi dalam press conference saat Reopening Butik Emas PT Antam, Kamis (25/1/2018)

Abdul Hadi mengatakan investasi emas paling menguntungkan dibandingkan investasi yang lain sepanjang tahun 2017 lalu.

Sehingga Ia pun optimis target tahun ini bisa tercapai. Dimana kenaikan harga emas tahun lalu hingga 25 persen.

"2017, investasi emas cenderung lebih baik, sehingga hasil yang didapatkan dari emas cenderung lebih tinggi dari investasi saham, dan investasi lainny," kata Abdul Hadi memberikan keterangan.(*)

Penulis: Hasrul
Editor: Ardy Muchlis
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help