TribunTimur/

Waspada Penyakit Maag Berkepanjangan

Penyakit maag yang juga dikenal dengan nama gastritis adalah suatu kondisi medis di mana terjadi pembengkakan, peradangan di lambung

Waspada Penyakit Maag Berkepanjangan
int
sakit maag 

Laporan Wartawan Tribun Timur Hasrul

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR --Penyakit maag merupakan penyakit yang sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat karena banyak yang mengalami penyakit lambung ini.

Penyakit maag yang juga dikenal dengan nama gastritis adalah suatu kondisi medis di mana terjadi pembengkakan, peradangan atau iritasi pada lapisan lambung. Kebanyakan orang menganggap penyakit maag sebagai gangguan penyakit yang ringan dan tidak terlalu mengkhawatirkan.

Penyakit ini pada umumnya menyerang secara tiba-tiba dan berlangsung singkat, namun ada kalanya juga merupakan bagian dari sebuah penyakit medis yang serius dan berlangsung cukup lama.

Dokter spesialis penyakit dalam, dr Alvin Sangkereng SpPD mengatakan berdasarkan perlangsungannya, penyakit maag dibagi atas penyakit maag akut dan penyakit maag kronis. Penyakit maag akut muncul secara mendadak dan cepat reda, sedangkan maag kronis terjadi secara perlahan dan berlangsung lama.

Penyebab penyakit maag akut rata-rata disebabkan oleh jadwal makan yang tidak teratur, stres, pemakaian zat-zat kimia tertentu, konsumsi minuman keras, serta kebiasaan menyantap makanan yang terlalu pedas atau terlalu asam.

"Penyakit maag akut biasanya mempunyai gejala mual dan nyeri pada perut bagian atas," ungkap dokter spesial penyakit dalam yang bertugas di RS Siloam Makassar tersebut.

Penyakit maag kronis yang berkembang secara bertahap biasanya mempunyai gejala seperti nyeri yang ringan pada perut bagian atas dan terasa penuh atau kehilangan selera makan.

Biasanya berkaitan erat dengan infeksi Helicobacter pylori pada lambung. Pada penyakit maag kronis dapat terjadi pendarahan pada lambung bila sudah terjadi borok (ulkus) pada lambung.

Pendarahan pada lambung dapat menyebabkan muntah darah atau terdapat darah pada feces dan memerlukan penanganan segera. Penyakit maag dapat disebabkan oleh banyak faktor.

Jadwal makan yang tidak teratur membuat lambung sulit beradaptasi dan dapat mengkibatkan kelebihan asam lambung yang akan mengiritasi dinding mukosa lambung. Stres juga dapat mengakibatkan perubahan hormonal di dalam tubuh yang dapat merangsang pengeluaran asam lambung yang berlebihan.

Penggunaan obat anti inflamasi non-steroid berkepanjangan dapat menyebabkan kerusakan pada mukosa lambung. Mengkonsumsi minuman yang mengandung kafein seperti kopi dan teh, makanan pedas dan asam juga dapat memperberat iritasi pada lambung.

Makanan yang mengandung gas seperti ubi, kol dan lain-lain juga dapat menyebabkan semakin bertambahnya keluhan kembung dan rasa penuh pada perut.

Adapun gejala sakit maag yang sering didapatkan antara lain perih atau nyeri seperti terbakar pada perut bagian atas, mual, muntah, kehilangan selera makan, kembung, terasa penuh pada perut bagian atas setelah makan, kehilangan berat badan, dan diare.(*)

Penulis: Hasrul
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help