Sawah di 3 Desa Kabupaten Pinrang Ini Kerap Banjir saat Musim Hujam, Ini Sebabnya

Atas dasar itu, segala kebutuhan petani harusnya dipenuhi oleh pemerintah, termasuk dalam urusan irigasi.

Sawah di 3 Desa Kabupaten Pinrang Ini Kerap Banjir saat Musim Hujam, Ini Sebabnya
hery/tribunpinrang.com
Ratusan hektar sawah di Kampung Bua-bua, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang, terendam air, beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan TribunPinrang.com, Hery Syahrullah

TRIBUNPINRANG.COM, MATTIRO SOMPE - Sawah di Desa Samaenre, Bunga dan Mattogang-togang, Kabupaten Pinrang, menjadi langganan genangan air kala musim hujan.

Pasalnya, irigasi yang ada di area persawahan seluas ratusan hektar itu tersumbat.

"Itulah sebabnya sawah di sini kerap tergenang air setiap kali turun hujan," kata seorang petani Umar kepada TribunPinrang.com, Selasa (2/1/2017).

Ia menyebutkan, Pinrang merupakan daerah penghasil beras terbesar di Indonesia.

Atas dasar itu, segala kebutuhan petani harusnya dipenuhi oleh pemerintah, termasuk dalam urusan irigasi.

Baca: Polres Pinrang Terima 994 Laporan Warga Sepanjang 2017, Sebanyak Ini yang Rampung

"Jika hal ini tidak dihiraukan, maka tentu akan menimbulkan dampak negatif terhadap perkembangan kondisi ekonomi masyarakat," keluh Umar.

Beberapa hari lalu, lanjut Anggota Forum Pemuda Samaenre (FPS) ini, sawah di tiga desa tersebut kembali tergenang air, karena luapan air yang berasal dari irigasi yang tersumbat.

Beruntung sawah tergenang tidak saat menjelang panen.

"Sudah beberapa kali ini terjadi kepada kami. Semoga ada perhatian dari pemerintah untuk membemahi irigasi sawah di sini," ucap Umar.

Untuk diketahui, Desa Samaenere dan Mattogang-togang berada di wilayah Kecamatan Mattiro Sompe.

Sedangkan Desa Bunga masuk dalam wilayah Kecamatan Mattiro Bulu.

Penulis: Hery Syahrullah
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help