TribunTimur/
Home »

Gowa

Pilgub Sulsel 2018

3.968 Dukungan KTP IYL-Cakka di Gowa Hilang, Ini Penjelasan KPU Gowa

Ketua KPUD Gowa Zainal Ruma yang memimpin rapat pleno tersebut mengaku jika dukungan KTP dukungan IYL-Cakka memang kurang dari 200 ribu.

3.968 Dukungan KTP IYL-Cakka di Gowa Hilang, Ini Penjelasan KPU Gowa
WA ODE NURMIN
Rapat pleno terbuka rekapitulasi dukungan bakal calon perseorangan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Ichsan YL-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) 0tingkat Kabupaten Gowa berlangsung di KPUD Gowa, Minggu (31/12/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Timur Wa Ode Nurmin

TRIBUN-TIMUR.COM,SUNGGUMINASA- Sebanyak 3.968 dukungan KTP pasangan bakal calon perseorangan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur 2018, IYL-Cakka hilang.

Dari data yang diterima tim IYL-Cakka, jika seharusnya ada 203.578 dukungan KTP sesuai yang diserahkan KPU Provinsi Sulsel ke KPUD Gowa pada 8 Desember lalu.

Namun yang terjadi hanya ada 199.610 dukungan KTP dari total data dukungan yang ada di KPUD Gowa.

Hal ini diketahui setelah KPUD Gowa menggelar rapat pleno rekapitulasi dukungan perseorangan, Minggu (31/12).

Ini pun diprotes tim IYL-Cakka, Ian Latonro, yang hadir bersama tim pemenangan lainnya Abbas Alauddin dan Baharuddin Mangka.

"Ini jelas merugikan paslon kami, saya sudah capek-capek cari KTP dan kami akan cari kemana 3.968 dukungan itu," katanya.

Ketua KPUD Gowa Zainal Ruma yang memimpin rapat pleno tersebut mengaku jika dukungan KTP dukungan IYL-Cakka memang kurang dari 200 ribu.

"Memang kurang dari 200 ribu. Saya akui memang ada perbedaan. Setelah diserahkan di Hotel Grand Asia itu jumlahnya yang di berita acara 203.578. Tapi setelah itu saya inisiatif hitung ulang, tidak ada ji mekanismenya KPU Gowa menghitung, saya ji inisiatif. Dan memang setelah dihitung jumlahnya kurang dari 200 ribu. Hanya 199.610," jelasnya dihadapan tim dan PPK dan Panwaslu Gowa yang hadir.

Setelah diserahkan ke tingkat PPK dan PPS pun jumlahnya tetap 199.610, kata Zainal.

Atas dasar itu juga, Tim IYL-Cakka menolak hasil rekapitulasi dengan alasan penolakan itu dituangkan dalam berita acara penolakan yang juga salah satu isinya mempertanyakan 13 box yang dikirim ke KPUD Gowa pada 25 Desember kemarin.

"Memang ada datang 13 box dari KPU Sulsel. Sore jam 6, yang saya tahu box itu berisikan dokumen fotokopi KTP dan pernyataan dukungan tapi saya tidak buka hanya masukkan ke dalam. Dan 25 Desember itu batas akhir rekapitulasi tingkat PPS. Sekarang apa yang harus saya lakukan jika ada barang yang datangnya terlambat, iya dikembalikan. Makanya saya kembalikan ke KPU Provinsi," jelasnya lagi.

"Sekarang kalau mau tanyakan kenapa ada perbedaan jumlah tanyakan ke provinsi. Karena di KPUD Gowa tugasnya sudah selesai," tambahnya lagi.

Penulis: Waode Nurmin
Editor: Ardy Muchlis
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help