Ini Alasan Granat Desak Pemkab Aktifkan IPWL di Maros

Sejumlah keluarga pemakai narkoba di Maros tidak bisa berbuat banyak, setelah mengetahui pengguna komsumsi sabu dan sejenisnya.

Ini Alasan Granat Desak Pemkab Aktifkan IPWL di Maros
ANSAR/TRIBUN TIMUR
Ketua DPC Granat Maros, Muh Bakri 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN TIMUR.COM, MAROS- Sejumlah keluarga pemakai narkoba di Maros tidak bisa berbuat banyak, setelah mengetahui pengguna komsumsi sabu dan sejenisnya.

Padahal berdasarkan aturan, pihak keluarga korban yang tidak melapor juga diancam pidana penajara.

Hal tersebut menjadi alasan Ketua Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Maros, Muh Bakri mendesak Pemkab untuk segera mengaktifkan Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) khusus pecandu, Minggu (12/11/2017).

"Pasal 134 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 menjelaskan, jika keluarga tidak melapor, bisa dipidana tiga bulan. Ancaman ini membuat mereka resah. Apalagi di Maros tidak ada IPWL," katanya.

Sebaliknya, jika pengguna narkoba tidak melaporkan diri atau dilaporkan oleh keluarga, hingga akhirnya ditangkap oleh pihak berwenang akan dikenakan pidana sesuai ketentuan.

"Kalau pihak pengguna tidak melapor terlebih dahulu, lalu ditangkap oleh Polisi atau BNN, jelas akan diproses sesuai sampai vonis di pengadilan," katanya.

Jadi sebelum ditangkap, pihak keluarga bisa melaporkan pengguna ke IPWL untuk segera ditangani.

Penulis: Ansar
Editor: Ardy Muchlis
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved