TribunTimur/
Home »

Lutim

Gara-gara Isu Formalin, Begini Nasib Pedagang Ikan di Luwu Timur

Untuk itu, pedagang ikan meminta pemerintah tidak diam terkait persoalan ikan berformalin.

Gara-gara Isu Formalin, Begini Nasib Pedagang Ikan di Luwu Timur
ivan/tribunlutim.com
ILUSTRASI: Suasana los ikan di Pasar Sentral Malili 

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Sejumlah pedagang ikan di Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel) merugi setelah isu ikan mengandung bahan pengawet formalin ramai dibicarakan.

Hal tersebut dialami Ilu, pedagang ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Malili, Desa Wewangriu, Kecamatan Malili.

Ilu mengaku omset penjualan ikan menurun drastis setelah isu ikan formalin ramai dibicarakan warga.

Dikatakan, warga menjadi takut membeli ikan karena takut mengkonsumsi ikan formalin padahal ikan yang dijual tidak mengandung formalin.

Sebelum merebak isu formalin, Ilu mampu menjual ikan stok dari grosir sekitar 300 ekor per hari

"Tapi sekarang penjualan 20 ekor saja itu sangat sulit dengan demikian saya kesulitan membayar ke pengumpul ikan," keluh Ilu, Selasa (10/10/2017).

Untuk itu, pedagang ikan meminta pemerintah tidak diam terkait persoalan ikan berformalin.

"Animo masyarakat rendah untuk konsumsi ikan laut sejak isu formalin merebak," tambahnya.

Sebelumnya, berdasarkan hasil uji lab Puskesmas Malili, ikan yang dijual di beberapa pasar tradisional di Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel) positif mengandung formalin.

Kadar formalin yang terkandung pada ikan bahkan sampai level 10.

Penulis: Ivan Ismar
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help