TribunTimur/

Mi Samyang Laris di Jeneponto, Dinkes Hanya Temukan Dua Bungkus yang Belum Laku

Pihaknya pun mengaku, bahwa beberapa pekan terakhir, produk mie Samyang juga dipasarkan di Jeneponto.

Mi Samyang Laris di Jeneponto, Dinkes Hanya Temukan Dua Bungkus yang Belum Laku
Samyang 

TRIBUNJENEPONTO.COM, BINAMU - Tim Sumber Daya Kesehatan dan Pengawas Obat dan Makanan (SDK & POM) Dinas Kesehatan Jeneponto yang diketuai Suciaty S Farm Apt, mengaku masih menemukan peredaran mie Samyang di Kabupaten Jeneponto.

Hal itu diungkapkan setelah dirinya melakukan operasi di sejumlah minimarket dan swalayan di seputaran kota Jeneponto, Senin (19/06//2017) sore.

Baca: Dinkes Jeneponto Pantau Peredaran Mie Samyang

"Kita menemukan mi Samyang itu tapi sisa dua bungkus yang lainnya sudah habis, jadi kita minta ke petugas minimarketnya untuk tidak dijual lagi," kata Suciaty dikonfirmasi via telepon selularnya, malam.

Larangan peredaran mie asal Korea itu lantaran Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan adanya kandungan DNA babi dalam produk cemilan tersebut.

"Ada juga prodak cemilan lain tapi dengan perusahan yang berbeda kita suruh untuk tidak dijual sementara karena masih dalam penelitian BPOM," ujar Suciaty.

Pihaknya pun mengaku, bahwa beberapa pekan terakhir, produk mie Samyang juga dipasarkan di Jeneponto.

Tercatat ada empat produk cemilan oleh BPOM dilarang peredarannya di pasaran.

Ke empatnya yaitu, Samyang (mie instan U-Dong), Samyang (mie instan rasa Kimchi), Nongshim (mie instan Shin Ramyun Black) dan Ottogi (mie instan Yeul Ramen).

Penulis: Muslimin Emba
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help