Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pilgub DKI Jakarta

Soal Menang, Berikut Komentar Ahok dan Anies

Hari ini merupakan penentuan bagi dua pasang calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta.

Tayang:
Editor: Ilham Mangenre
(KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO)
Kandidat calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 2, Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat serta pasangan kandidat nomor urut 3, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno saat debat kandidat program acara Rosi dan Kandidat Pemimpin yang di selenggarakan Kompas TV Jakarta di Djakarta Theater Ballroom, Jakarta, Kamis (15/12/2016). 

TRIBUN-TIMUR.COM-JAKARTA-  Hari ini merupakan penentuan bagi dua pasang calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta.

Warga DKI yang mempunyai hak pilih akan melakukan pencoblosan.

Baca: Polisi Tembaki Mobil, Sekeluarga Tertembus Peluru, Ada Balita dan Kakek-kakek

Sejumlah lembaga survei ramai-ramai memprediksi siapa menang, siapa kalah dalam Pilkada DKI putaran kedua ini.

Ada dua pasangan yang akan dipilih, yakni Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok)- Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan- Sandiaga Uno.

Lantas, bagaimana keyakinan Ahok soal hasil besok?

Usai mengikuti rapat terbatas membahas Asian Games 2018 di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (18/4/2017), Basuki menjawab pertanyaan soal hal itu.

"Surveinya kan tipis, ya. Naik turun. Makanya aku enggak tahu, kita enggak tahu," ujar Ahok seperti dikutip dari Kompas.com.

Namun, Ahok tetap optimistis menghadapi Pilkada DKI putaran kedua ini.

Ketika ditanya lagi mengenai persiapan pencoblosan besok, ia menjawab seadanya.

"(Persiapan) Pilkada,  pulang, doa saja, sudah. Besok pagi ya bangun seperti biasa, olahraga, pergi," ujar Ahok.

Keyakinan Anies

Lalu bagaimana dengan rival Ahok yakni Calon Gubernur nomor urut 3 Anies Baswedan?

Ditemui di kediamannya Jalan Lebak Bulus Dalam II, Jakarta Selatan, Selasa, (18/4/2017), Anies mengaku optimis menang di Pilgub DKI Jakarta.

Selain berdasarkan hasil riset sejumlah lembaga survei‎, keyakinan tersebut muncul karena adanya reaksi sebagian besar warga yang menolak ketika diberi sembako.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved