TribunTimur/

18 Tahun Geluti Budidaya Sarang Walet di Takalar, Haji Noor Belum Nikmati Untung

Sejak 18 tahun yang lalu, usahanya membudidayakan sarang burung walet tak pernah berhasil.

18 Tahun Geluti Budidaya Sarang Walet di Takalar, Haji Noor Belum Nikmati Untung
reni/tribuntakalar.com
Pengusaha budidaya sarang walet Haji Noor di Jl Jenderal Sudirman, Kecamatan Pattalassang, Takalar. 

TRIBUNTAKALAR.COM, PATTALASSANG - Budidaya sarang burung walet seperti berjudi, jika beruntung modal kembali jika buntung harus banyak bersabar.

Seperti itulah prinsip yang dipegang oleh pengusaha penangkaran sarang burung walet Haji Noor di Jl Jenderal Sudirman, Kecamatan Pattalassang, Takalar.

Sejak 18 tahun yang lalu, usahanya membudidayakan sarang burung walet  tak pernah berhasil.

"Di Pattalassang, saya termasuk yang pertama membudidayakan sarang burung walet. Sekitar tahun 2005 saya mulai memfasilitasi ruangan untuk tempat tinggal burung walet tapi ya karena belum rejeki sampai sekarang belum ada hasilnya," ujarnya.

Menekuni bisnis budidaya sarang walet terbilang cukup santai bagi Haji Noor dari segi tenaga, namun berbeda halnya dengan modal yang dikeluarkan.

Baca: Bikin Haru, Putra Anggota DPRD Takalar Gagal Seleksi Polri, Saya Tak Mau Repotkan Orangtua

Haji Noor telah mengeluarkan dana puluhan juta rupiah untuk usaha yang digelutinya itu.

"Sudah lebih Rp 30 juta habis untuk biaya ruangannya, itupun masih tergolong sedikit karena saya tidak pasang AC dan CCTV di ruangan dibandingkan dengan pengusaha lain yang memiliki modal banyak bahkan mengeluarkan ratusan juta," ucapnya, Rabu (19/4/2017).

Hajo Noor terus mencari ide untuk mendatangkan burung walet ke tempatnya.

"Pernah ada 95 ekor burung walet masuk tapi berkurang setiap hari," tuturnya.(*)

Penulis: Reni Kamaruddin
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help