TribunTimur/

Kodam Akan Tetap Eksekusi Rumah di Bara-Barayya

Alamsyah mengatakan, meski ada investigasi dari Komnas HAM, kadwal eksekusi akan tetap dilakukan.

Kodam Akan Tetap Eksekusi Rumah di Bara-Barayya
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
ilustrasi 

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Komisioner Komnas HAM Republik Indonesia, Prof Hafid Abbas, berkunjung dan berdialog dengan warga Bara-Barayya kota Makassar, Senin (20/3). Bahkan Komnas HAM menurunkan tim sebanyak empat orang untuk melakukan investigasi hingga Jumat (24/3) mendatang.

"Ada empat orang tim yang kami terjunkan untuk melihat langsung dan melakukan investigasi di lokasi ini kemudian itu semua nantinya akan menjadi bahan rujukan dan pelaporan," ujar Hafid Abbas.

Pertemuan yang berlangsung di Baruga Asrama TNI Bara-Barayya dalam rangka dengar pendapat terkait adanya rencana eksekusi lahan warga yang akan dilakukan Kodam XIV/Hasanuddin dihadiri pula oleh sejumlah tim bantuan hukum. Seperti LBH Makassar dan Kontas Sulawesi.

Prof Hafid Abbas, menyampaikan keprihatinannya terkait proses pengambilalihan lahan secara paksa. Ia berjanji akan mengawal dan menyampaikan hasil dari temuan di lokasi penggusuran.
Usai pertemuan dengan warga Bara-Barayya, Komnas HAM menemui Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Agus SB, beserta sejumlah stafnya. Berdasarkan rilis yang dikirim Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XIV/Hasanuddin, Letkol Inf Alamsyah, bahwa Komnas HAM telah memahami dengan benar duduk perkara yang ada.

"Tim Komnas HAM RI memahami bahwa benar telah terjadi perjanjian sewa menyewa tanah seluas 28.970,10 M² di Bara-Baraya pada tanggal 1 Januari 1967, antara Komandan Kodim 1408/Djumpandang (yang ditanda tangani Kasdim a.n Mayor A Bustam) dengan Nurdin Nombong (ahli waris/anak dari Moedhinong Dg Matika) sesuai Surat Perjanjian Nomor 042/F/1967," tulis Alamsyah melalui rilis yang diterima Tribun Timur.

Selanjutnya, tanggal 9 Mei 2016, Kodam VII/Wrb diwajibkan mengembalikan tanah tersebut kepada pemiliknya yang sah yaitu Nurdin Dg Nombong dalam keadaan kosong tanpa beban apapun di atasnya (termasuk para penghuni).

Alamsyah mengatakan, meski ada investigasi dari Komnas HAM, kadwal eksekusi akan tetap dilakukan.(*/tribun-timur.com)

Penulis: Alfian
Editor: Muh. Irham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help