Per Tahun, Penderita TB di Maros Capai 2000 Orang
Kepala Sub Subrecipient (SSR) Aisyiyah Maros, Masna Azis mengatakan, berdasarkan data dari dinas kesehatan, kasus TB di Maros tahun 2016 sekitar 300
Penulis: Ansar | Editor: Anita Kusuma Wardana
Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe
TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Sebagai upaya mendeteksi dini serta mendampingi warga Maros yang menderita penyakit Tuberkulosis (TB), Pimpinan Daerah Aisyiyah Maros menggelar pelatihan kader di RM Padang Raya, Maros, Rabu (1/3/2017)
Pelatihan ini merupakan pelatihan gelombang pertama yang diikuti 24 kader perwakilan dari 7 Kecamatan di Maros, yakni Lau, Maros Baru, Bontoa, Turikale, Mandai, Marusu dan Bantimurung.
Hadir sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut, Wasor TB Dinkes Maros, Ilyas Nur, pimpinan Daerah Aisyiyah, Nurhayati Hamid serta Kader Muhammadiyah, Irfan AB.
Kepala Sub Subrecipient (SSR) Aisyiyah Maros, Masna Azis mengatakan, berdasarkan data dari dinas kesehatan, kasus TB di Maros tahun 2016 sekitar 300 kasus.
Padahal jika dipresentasekan dari jumlah penduduk dan berbagai perhitungan lainnya, kasus TB di Maros diduga mencapai 2000 Kasus per tahunnya.
"Untuk itu perlu upaya yang lebih maksimal dalam mendeteksi kasus TB. Kendalanya warga biasanya malu untuk memeriksakan diri karena diketahui TB nya," katanya.
Padahal TB tersebut merupakan salah satu penyakit menular sehingga ada kekhawatiran akan dikucilkan dari lingkungannya.
" TB ini bisa diobati dengan sistem rawat jalan jika melakukan pengobatan secara intensif selama 6 bulan," katanya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/tubercolosis_20170301_174111.jpg)