Prof Amiruddin Wafat

Prof Ahmad Amiruddin Peletak Dasar Ekonomi Modern Sulsel

Prof Ahmad Amiruddinlah program tri konsep pengwilayahan komoditas, perubahan pola pikir, dan petik olah jual,

Prof Ahmad Amiruddin Peletak Dasar Ekonomi Modern Sulsel
majalah-lektura.blogspot.com
Prof Dr Ahmad Amiruddin (baju safari) semasa menjabat Gubernur Sulawesi Selatan

MAKASSAR, TRIBUN -  Sulsel kehilangan tokoh yang amat berjasa. Guru besar bidang kimia nuklir itu meninggal, Jumat (21/3/2014) sekitar pukul 12.30 wita di ruang ICU  RS Wahidin Sudiro Husodo, Makassar.

Prof Dr Ahmad Amiruddin (83), Gubernur Sulsel dua periode (1983-1993) dan Rektor ke-6 Unhas (1973-1982) ini mengingatkan banyak orang soal jasa dan prtestasi yang ditinggalkan almarhum.

"Dialah yang mengenalkan Sulsel dengan konsep ekonomi kawasan, dialah yang melatakkan dasar moderniasi di Unhas,"  kata Husain Abdullah, dosen FISIF Unhas yang juga Direktur Celebes TV.

Prof Ahmad Amiruddinlah program tri konsep pengwilayahan komoditas, perubahan pola pikir, dan petik olah jual, menanamkan visi ekonomi dan me menjadikan Sulsel, sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di timur Indonesia, dan sebagai lumbung pangan nasional.

Almarhum jugalah yang memindahkan sekaligus memodernisasi kampus Unhads dari Kampus Baraya di Jl Sunu dan Jl Masjid Raya, dipindahkan ke kawasan luar kota Ujungpandang di Tamalanrea, dengan kampus seluas 220 ha.

Pada Dies Natalis yang ke - 25, 17 September 1981 Presiden RI Soeharto meresmikan Kampus Tamalanrea.

Dialah yang melibatkan arsitek dunia dalam pembangunan Kampus merah yang pada awalnya dirancang Paddock Inc., Massachustts, AS dan dibangun oleh OD 205, Belanda yang bekerjasama dengan PT. Sangkuriang Bandung di atas tanah seluas 220 Ha.
Dia adalah ahli kimia nuklir sekaligus alumnus SMA 3 Bandung, yang pernah menjabat Wakil Ketua MPR-RI, tahun 1992.

Berikut  PROFILE Prof. Dr. Ahmad Amiruddin

Riwayat Pendidikan:
1. Sekolah Dasar (3 tahun), Doping, Wajo, tahun 1938-1941
2. Sekolah Sambungan, Paria, Wajo, tahun 1941-1944
3. Sekolah Menengah Umum, Makasar, tahun 1946-1950
4. Sekolah Menengah Atas, Bandung tahun 1950-1952
5. Bagian Kimia, Fakultas Ilmu Pasti dan Alam, Universitas Indonesia Bandung, tahun 1952-24/8, 1958 (Drs)
6. Sekolah Pasca Sarjana, Universitas Kentucky, Lexington, Ky, tahun 1958-11/8 - 1961 (Ph.D.)

Riwayat Pekerjaan:
1. Tugas belajar ke Amerika Serikat, tahun 1958
2. Sekretaris Bagian Kimia, ITB, tahun 1961
3. Ketua Bagian Kimia, tahun 1962
4. Dekan Fakultas Kimia Biologi, tahun 1966
5. Pembantu Dirjen BATAN, tahun 1965
6. Direktur Pusat Penelitian BATAN, tahun 1966-1970
7. Ketua Bagian Kimia, Univ. Kebangsaan Malaysia, Kuala Lumpur, tahun 1970-1973
8. Rektor Universitas Hasanuddin, tahun 1973-1983
9. Kopertis IX, tahun 1976-1982
10. Deputi Ketua BPPT, tahun 1982-1983
11. Gubernur Sulawesi Selatan, tahun 1983-1993
12. Wakil Ketua MPR-RI, tahun 1992
13. Penasehat Menristek/Ketua BPPT/Kepala BPIS dalam perencanaan pembangunan bagian timur Indonesia, tahun 1993

Tanda Jasa/Penghargaan:
1. Satyalancana Wirakarya
2. Doctor Sains Hon. (Univ. Kebangsaan Malaysia)
3. Satyalancana Pembangunan (Koperasi)
4. Manggala Karya Kencana (BKKBN)
5. Lencana Melati (Pramuka)
6. Satyalancana Wirakarya (BKKBN)
7. Medali Perjuangan Angkatan 45
8. Bintang Legiun Veteran
9. Satyalancana Pembangunan (Pertanian)
10. Piagam Penghargaan (KADIN)
11. Bintang Mahaputra Utama
12. Piagam Penghargaan (UMI Ujung Pandang)
13. Mahaputra Adipradana

Penulis: Thamzil Thahir
Editor: Thamzil Thahir
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved