Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Penulis Berbakat Indonesia Raih Magister Terbaik UIN

prestasi itu dibacakan di depan Rektor UIN Alauddin Prof Dr Qadir Gassing Ms, Direktur PPS Prof Dr H Moh Natsir Mahmud MA,

Tayang:
Penulis: Andi Chaerul Fadli | Editor: Thamzil Thahir

MAKASSAR, TRIBUN -- Penulis buku Mata Air 100 Juta, Mayyadah Lc, dikukuhkan menjadi wisudawan terbaik I program Magister Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, yang digelar Senin (30/9) di Kampus II UIN Samata, Gowa.

Penulis muda berbakat Indonesia ini dikukuhkan menjadi wisudawan terbaik I pada program Pascasarjana UIN Alauddin  di konsentrasi Hukum Islam dengan judul tesis Kaidah Fleksibilitas Fatwa: Studi terhadap Fatwa Ulama Kontemporer.

Prestasi alumnus Al-Azhar University, Cairo, Mesir, itu dibacakan di depan Rektor UIN Alauddin Prof Dr Qadir Gassing Ms, Direktur PPS UIN Alauddin Makassar Prof Dr H Moh Natsir Mahmud MA, A Dewan Guru Besar, Guru Besar, pimpinan fakultas, lembaga, pusat, unit, dan para ketua jurusan, kepala bagian dan orangtua wisudawan dan wisudawati sarjana ke-66 periode September 2013.

Mayyadah yang juga putri sulung mendiang Pimpinan Kampus Putra Pondok Pesantren DDI Mangkoso, AGH Abdul Wahab Zakaria MA  ini meraih nilai summa cum laude dengan indeks prestasi IPK: 93,00 (3,75) atau nilai A.

"Saya amat terharu dengan prestasi ini," kata wanita kelahiran Mangkoso 20 Maret 1986 ini.
Mayyadah adalah seorang penulis 4 buku, best seller Membaca Semesta (2012), Mata Air 100 Juta (2011), Jejak Cinta Kota Debu, dan Purnama di Atas Piramida (2008) ini.

Dalam laman facebooknya, https://www.facebook.com/aliasyadi.mayyadah, ibu dua anak kembar langsung "curhat" soal prestasinya;

Pengajar  di pondok pesantren DDI Mangkoso ini menulis; "Penghargaan yg saya terima hari ini dg tulus saya persembahkan kepada semua mahasiswi yang berstatus ibu rumah tangga. Semoga ini bisa menjadi semangat, motivasi, dan inspirasi buat teman2 semua bahwa pernikahan, urusan keluarga dan kesibukan rumah tangga bukanlah penghalang utk berprestasi.

Menjadi Ibu yg baik, istri yang baik, jangan mengecilkan langkah kita, jangan mengendurkan semangat kita karena kita juga berhak memberikan yg terbaik.

Kala anak-anak saya sakit, saya belajar sabar. Dan kesabaran itu menghasilkan ketekunan. Kala saya ditinggal suami seharian dan harus mengurus rumah sdrian, saya belajar mandiri. Dan kemandirian itu menghasilkan kegigihan. Kala keluarga dan rumah tangga ada masalah, saya belajar dewasa. Dan kedewasaan itu menghasilkan kemandirian.

Dan saya menggunakan semua hasil belajar itu selama menjadi seorg mahasiswi pascasarjana. Alhamdulillah, meski tidak menargetkan penghargaan ini, tapi rupanya keberuntungan-kebetulan- telah datang menjawab 'jihad akademik' saya selama ini (kebetulan tdk ada yg nilainya lbh tinggi hehe).

Terima kasih, semesta pembaca atas doa, semangat, support kalian yg mgkin tdk pnh kalian sadari betapa pentingnya semua itu bagi hidup saya. Terima kasih atas cinta yg menghubungkan semestaku dan semestamu."


 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved