Konsultasi Kesehatan

Luka pada Penderita Diabetes Melitus

Ayah saya penderita diabetes melitus, penyakit tersebut terdiagnosis sejak lima tahun lalu

Oleh: DR SAMSURIDJAL DJAUZI

Sejak pensiun, ayah saya rajin berolahraga. Sudah dua tahun ini tiap pagi dia berkeliling taman dekat rumah. Ayah saya penderita diabetes melitus, penyakit tersebut terdiagnosis sejak lima tahun lalu. Namun, karena kesibukan kerja, pengendalian diabetesnya kurang optimal. Ayah makan siang di kantor dan kadang juga makan pagi di sana. Makannya tidak menuruti nasihat ahli gizi sehingga diabetes melitusnya kurang terkendali. Pemeriksaan gula darah beliau masih naik-turun.

Ayah juga sudah punya penyakit jantung koroner sejak berumur 48 tahun. Pada konsultasi dengan dokter mata, hasilnya baik, dan pemeriksaan fungsi ginjal juga masih baik. Sebulan yang lalu, ayah tertusuk benda tajam ketika jalan pagi. Luka tidak diobati dengan baik, hanya dengan dicuci dan diberi cairan pencuci hama.

Beberapa hari kemudian, badan beliau panas dan lukanya bernanah. Saya segera membawanya ke rumah sakit yang biasa mengobati diabetes beliau. Lukanya dibersihkan dan diberi antibiotik yang cukup kuat. Namun, ternyata lukanya setelah dibersihkan menjadi agak lebar. Kata dokter kemungkinan penyembuhannya akan lama. Ayah juga diminta mengendalikan gula darah dengan baik, menjaga kebersihan, dan menghindari trauma.

Saya sering membaca bahwa luka pada penderita diabetes sulit disembuhkan. Bahkan, penderita diabetes melitus yang mengalami luka pada kaki acap kali harus dioperasi. Bagaimana mencegah luka pada penderita diabetes, khususnya luka pada kaki? Benarkah luka pada kaki penderita diabetes sulit disembuhkan? Kapan kaki yang luka memerlukan operasi? Terima kasih.

M di J

Kaki penderita diabetes memang perlu mendapat perhatian agar pemeliharaannya dapat dilakukan dengan benar. Kaki penderita diabetes acap kali mengalami gangguan peredaran darah (vaskular) dan gangguan persarafan (neuropati). Selain itu, juga dapat terjadi infeksi. Ketiga keadaan ini menyebabkan penyembuhan luka pada kaki penderita menjadi lebih sulit dan memerlukan penatalaksanaan yang melibatkan berbagai bidang keahlian. Karena itu, amat penting pemahaman dan pengamalan untuk mencegah terjadinya luka pada kaki penderita diabetes.

Trauma pada kaki dapat terjadi karena menggunting kuku terlalu pendek, penggunaan sepatu yang tidak pas, serta luka karena benda tajam. Sebagian orang beranggapan, berjalan kaki tanpa alas akan dapat merangsang peredaran darah, bahkan mereka berjalan di atas kerikil yang tajam. Sebenarnya tindakan ini berisiko melukai telapak kaki, dan luka tersebut juga dapat terinfeksi. Jika terjadi infeksi, acap kali pengendalian infeksi tidak mudah.

Pada diabetes melitus yang tidak terkontrol, kekebalan tubuh dapat menurun sehingga keadaan ini juga mempersulit penyembuhan infeksi. Infeksi yang tidak terkendali dapat melebar, bahkan mengenai otot dan tulang. Jika tulang terkena infeksi, diperlukan antibiotik yang khusus karena antibiotik tersebut perlu untuk dapat menembus tulang. Jika luka terlalu lebar, adakalanya diperlukan operasi plastik. Kulit yang terbuka lebar ditutup dengan mengambil kulit dari bagian tubuh lainnya, misalnya dari kulit paha.
Amputasi

Jika terjadi kematian jaringan yang disebut gangren, kulit menjadi kehitaman karena tidak mendapat suplai darah. Pada keadaan yang berat, adakalanya kaki yang mengalami gangren ini perlu dioperasi. Pemotongan kaki dapat dilakukan di bawah lutut, tetapi kadang-kadang di atas lutut. Sudah tentu keadaan ini amat menyulitkan pasien.

Halaman
12
Editor: Muh. Taufik
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help