TribunTimur/

RS Tolak Pasien

Kadis Kesehatan Sulsel: Revan Tidak Ditolak, Tapi Ruangan Penuh

Menurut dr Rahmat, apa yang dilakukan rumah sakit sudah sesuai operasional prosedur

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM--Kasus meninggalnya Revan Adhyaksa (1,3 tahun) karena ditolak dirawat oleh 3 rumah sakit di Makassar, membuat heboh masyarakat Makassar. Semua orang mengutuk pengelola RSUP Wahidin, RS Ibnu Sina, dan RS Awal Bros yang menolak memberi penanganan medis kepada bocah ini saat sekarat karena muntaber. Alasannya sama, rumah sakit penuh.

Namun, Kepala Dinas Kesehatan sulsel, dr Rahmat Latief malah membela rumah sakit tersebut dan membantah jika telah terjadi penolakan. Menurut dr Rahmat, apa yang dilakukan rumah sakit sudah sesuai operasional prosedur. Sebab, pasien tidak boleh dipaksakan untuk dirawat pada saat semua ruangan penuh pasien.

"Saya sudah panggil semua pihak rumah sakit terkait kejadian ini. Mereka semua bilang bahwa pasien atas nama Revan tidak ditolak namun karena ruangan sudah penuh semua," ujar Rahmat.

Ia menambahkan, rumah sakit yang melakukan penolakan pasien tanpa sebab itu adalah sebuah pelanggaran. Namun tidak dengan yang terjadi baru-baru ini. Jika hal itu benar terjadi, tentunya rumah sakit akan melakukan perbaikan dari kesalahan itu.

Sedangkan menurut Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sulsel, Fadia Mahmud, bahwa tindakan yan dilakukan rumah sakit di Makassar adalah sebuah pelanggaran besar. Sebab Revan juga punya hak untuk mendapatkan pelayanan.

"Itu bentuk pelanggaran terhadap hak anak. Jaminan kesehatan merupakan hak dasar anak untuk kelangsungan dan tumbuh kembangnya anak," paparnya.

Dia menuturkan, pemerintah punya 3 kewajiban untuk hak anak. Yakni  memenuhi, memajukan, dan melindungi hak anak. Tetapi kewajiban itu tidak dipenuhi.

Dengan kondisi ini, ia meminta agar  sistem dan  mekanisme layanan rumah sakit di daerah ini harus di benahi. Sebab Sulsel punya kebijakan dan program kesehatan gratis namun sepertinya tidak berjalan.

Penulis: Hasan Basri
Editor: Imam Wahyudi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help