A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Caleg Provinsi Sulsel Termuda dari Bone - Tribun Timur
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 18 April 2014
Tribun Timur

Caleg Provinsi Sulsel Termuda dari Bone

Minggu, 16 Juni 2013 14:31 WITA
Watampone, Tribun--Lama bergelut dalam dunia media lokal di Kabupaten Bone, calon legislator Nasional Demokrat (NasDem) Sulsel Andi  Andi Dedhy Sendhy menilai keinginan sebagian calon anggota legislatif (caleg) untuk maju di ajang pertarungan politik demi mencapai tujuan ekonomi.

Menurutnya, kebanyakan politisi di Indonesia masih mengggunakan jalur politik untuk meraih kepuasan ekonomi. Olehnya itu, Bapak satu anak ini punya prinsip, berpolitik berarti mau berbakti. Artinya, jabatan dan perjuangan politik harus diperuntukkan bagi kepentingan orang banyak. Menurut Dedhy, jadi anggota Dewan bukan rel untuk meraih kepuasan ekonomi karena politik untuk ekonomi sama halnya dengan menelanjangi diri sendiri.

Alumni Sekolah Menengah Umum (SMU) Negeri 2 Watampone 2001 ini menyebutkan bahwa menjadi politis bukan jalur untuk mengejar kekayaan melain untuk menjadi prajurit rakyat yang memperjuangkan kepentingan rakyat. Caleg provinsi Sulsel termuda yang mentenarkan akronim ADS ini maju sebagai caleg DPRD Provinsi dari partai NasDem setelah melihat masyarakat yang sangat memerlukan perhatian lebih dari pemerintah dan DPRD Kabupaten dan DPRD Provinsi. 

Dedhy merasa terpukul dengan kondisi tanah kelahirannya yang dipenuhi kemiskinan dan ketidakadilan terhadap masyarakat kecil di sebagian wilayah seperti di Tellu Limpoe, Bontocani, bukan hanya isu, tapi fakta. Racun kemiskinan masih dominan menggerogoti kelompok masyarakat ini. Hal ini diperparah dengan ketidakadilan, baik dalam bermasyarakat maupun bernegara.
Penulis: Mahyuddin
Editor: Ina Maharani
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
374532 articles 11 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas