ATM Beserta PIN Hilang, Tabungan Haji Melayang
Tabungan haji seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Pendidikan Kabupaten Bone sebesar Rp 15 juta
Tayang:
Penulis: Mahyuddin | Editor: Ina Maharani
Watampone, Tribun- -Beginilah jadinya jika tidak segera melaporkan kartu anjungan mandiri (ATM) yang hilang. Tabungan haji seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Pendidikan Kabupaten Bone sebesar Rp 15 juta yang dikumpulkan selama beberapa tahun, raib dibobol orang yang tidak diketahui.
Darwis (55) melaporkan kejadian yang menimpanya itu ke Mapolsek Tanete Riattang, Selasa (11/6). Peristiwa yang menimpanya itu baru diketahui saat hendak melunasi tabungan hajinya di salah satu bank konvensional di Kabupaten Bone.
"Kemarin, saat saya hendak menyetor uang di bank untuk pembayaran haji, ternyata Rp15 juta uang saya telah raib," ungkap Darwis.
Ia menjelaskan, ATM miliknya hilang sejak 17 Mei lalu. Kala itu, ia baru saja mengambil ATM tabungan miliknya. Dalam perjalanannya, amplop yang berisi ATM dan nomor pinnya jatuh. Setelah dicari, Darwis tidak menemukan kartunya itu hingga.
Dareis tidak langsung memblokir kartunya karena ia tidak menduga kartunya itu akan digunakan oleh orang yang menemukannya.
"Kemarin, saat saya hendak menyetor uang di bank untuk pembayaran haji, ternyata Rp15 juta uang saya telah raib," ungkapnya.
Berdasarkan informasi yang diperolehnya dari bank, penemu kartunya itu menguras isi tabungannya secara bertahap. Tabungannya ditarik sebanyak lima kali di Bone dan lima kali di Makassar. Ia berharap agar pihak kepolisian segera mengungkp kasusnya.
"Saya sudah memblokir ATM saya. Saya berharap pihak kepolisian segera menangkap pelaku dan mengungkap kasus ini, apalagi di setiap ATM di pasangi CCTV, sehingga pelaku pembobolan tersebut mungkin terekam kamera pengawas," terangnya.
Kabag Humas Kepolisian Sektor Tanete Riattang Iptu Mashud mengatakan, pihaknya telah menerima laporan tersebut. Ia menambahkan, untuk pihaknya akan menyerahkan laporan tersebut kepada penyidik untuk menindaklanjuti dan proses laporan tersebut sesuai dengan prosedur kepolisian.
"Kami pasti berusaha mengungkap kasus tersebut," tutur Mashud. (Yud)
Darwis (55) melaporkan kejadian yang menimpanya itu ke Mapolsek Tanete Riattang, Selasa (11/6). Peristiwa yang menimpanya itu baru diketahui saat hendak melunasi tabungan hajinya di salah satu bank konvensional di Kabupaten Bone.
"Kemarin, saat saya hendak menyetor uang di bank untuk pembayaran haji, ternyata Rp15 juta uang saya telah raib," ungkap Darwis.
Ia menjelaskan, ATM miliknya hilang sejak 17 Mei lalu. Kala itu, ia baru saja mengambil ATM tabungan miliknya. Dalam perjalanannya, amplop yang berisi ATM dan nomor pinnya jatuh. Setelah dicari, Darwis tidak menemukan kartunya itu hingga.
Dareis tidak langsung memblokir kartunya karena ia tidak menduga kartunya itu akan digunakan oleh orang yang menemukannya.
"Kemarin, saat saya hendak menyetor uang di bank untuk pembayaran haji, ternyata Rp15 juta uang saya telah raib," ungkapnya.
Berdasarkan informasi yang diperolehnya dari bank, penemu kartunya itu menguras isi tabungannya secara bertahap. Tabungannya ditarik sebanyak lima kali di Bone dan lima kali di Makassar. Ia berharap agar pihak kepolisian segera mengungkp kasusnya.
"Saya sudah memblokir ATM saya. Saya berharap pihak kepolisian segera menangkap pelaku dan mengungkap kasus ini, apalagi di setiap ATM di pasangi CCTV, sehingga pelaku pembobolan tersebut mungkin terekam kamera pengawas," terangnya.
Kabag Humas Kepolisian Sektor Tanete Riattang Iptu Mashud mengatakan, pihaknya telah menerima laporan tersebut. Ia menambahkan, untuk pihaknya akan menyerahkan laporan tersebut kepada penyidik untuk menindaklanjuti dan proses laporan tersebut sesuai dengan prosedur kepolisian.
"Kami pasti berusaha mengungkap kasus tersebut," tutur Mashud. (Yud)