Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pemain Properti Latah Naikkan Harga

Contohnya saja, harga rumah klaster terbaru di GMTD, maupun Hertasning sudah mencapai Rp 2,5 miliar-Rp 5 miliar.

Tayang:
Penulis: Hajrah | Editor: Ridwan Putra
MAKASSAR, TRIBUN - Ketua DPD REI Sulsel, Raymond Arfandi, mengatakan, Jumat (31/5/2013), para pemain properti saat ini cenderung membanderol harga mengikuti keinginan investor dan latah ikut lonjakan harga properti mewah.

Di Makassar, kecenderungan terjadi bubble properti bisa terlihat dari  infrasrtruktur yang tidak  bertumbuh signifikan sedangkan pembangunan properti tumbuh pesat.

Raymond mencontohkan beberapa kawasan dengan harga properti yang fantastis terjadi di Tanjung Bunga, Jl. Hertasning, dan Jl. AP Pettarani.
Beberapa daerah tersebut menjadi lahan dari pengembangan rumah-rumah mewah dengan harga fantastis sehingga pengembang sulit bersaing.

"Contohnya saja, harga rumah klaster terbaru di GMTD, maupun Hertasning  sudah mencapai Rp 2,5 miliar-Rp 5 miliar. Hal tersebut merupakan persoalan besar karena pembeli properti kelas atas tersebut sebagian besar memang pengguna  yang lebih menekankan sisi investasi,"bebernya.(*)
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved