Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Asrama Dilahap Api, 138 Santri Assa'diyah Nginap di Kelas

Ratusan santri Pesantren Assa'diyah Kabupaten Wajo harus menginap

Tayang:
Penulis: Mahyuddin | Editor: Muh. Taufik
WAJO,TRIBUN-TIMUR.COM--Ratusan santri Pesantren Assa'diyah Kabupaten Wajo harus menginap di ruang kelas Madrasah Tsanawiah (MTs) Assa'diyah, Rabu (1/4). Hal itu disebabkan asrama para santri ini ludes dilahap api. Jelang ujian, para santri tingkat MTs ini menginap di ruang kelas hanya dengan beralaskan tikar dan tidak memiliki pakaian ganti dan barang berharga lainnya.

"Untuk sementara para santri diinapkan di ruang kelas karena asrama mereka rata dengan tanah setelah dilahap api dan tak satupun pakaian atau barang berharga santri yang bisa diselamatkan," ungkap salah satu Pembina Pesatren Assa'diyah M Subhan yang juga. Koordinator penanggulangan korban kebakaran saat dihubungi Tribun, Rabu (1/5/2013).

Subhan menjelaskan, kejadian tragis yang menimpa santri itu terjadi pada Selasa malam kemarin. Saat itu, empat asrama santri yang terdiri dari rumah panggung dan satu rumah pembina serta satu rumah warga sipil dilahap api hingga rata dengan tanah. Kejadian yang diduga akibat arus pendek itu berawal dari salah satu rumah pembina yang kemudian merambat ke rumah panggung yang ada disekiratnya.

"Menurut salah satu pembina, api berasal dari bagian atas rumah. Namun saat itu semuanya panik hingga tidak sempat menyelamatkan barang-barangnya," kata Subhan.

Dari data yang dihimpunnya, santri yang kehilangan asramanya sebanyak 138 orang dan delapan pembina bersama keluarganya juga kehilangan rumahnya. Asrama yang ludes merupakan asrama santri MTs kelas I hingga III. Subhan menambahkan, meski pihaknya telah mendapat bantuan dari masyarakat dan pemerintah namun, para santri ini tidak akan mampu bertahan hidup dalam kelas apalagi pakaian mereka hanya yang dikenakannya saat kejadian.

"Posko bantuan kami pusatkan di mesjid pesantren. Mudah-mudahan masyarakat memberi perhatian lebih untuk bantuan. Kami juga berharap agar
Pemerintah dapat membangunkan asrama permanen begitupula dengan Pemprov dan pusat segera  membantu," terang Subhan.

Sementara itu, Kapolres Wajo AKBP Masrur menjelaskan, pihaknya telah menerima laporan tersebut. Ia menuturkan, pihaknya masih melidik penyebab kebakaran. Masrur menambahkan, penanganan api agak lambat karena ruas jalan menuju lokasi tidak bisa dilalui oleh armada pemadam kebakaran namun api dapat ditaklukkan selama dua jam.

"Kami masih melidik penyebab kebakaran itu," ungkapnya. (*)
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved