Bupati Bone Tidak Bisa Berbuat Banyak Diawal Pemerintahannya
Bupati Bone Andi Fahsar M Padjalangi dan Wakil Bupati Bone Ambo Dalle
Tayang:
Penulis: Mahyuddin | Editor: Muh. Taufik
WATAMPONE,TRIBUN-TIMUR.COM-Bupati Bone Andi Fahsar M Padjalangi dan Wakil Bupati
Bone Ambo Dalle mengaku tidak dapat berbuat banyak di awal
pemerintahannya itu. Pasalnya, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD)
Bone disahkan sebelum pelantikannya sehingga anggaran diperiodenya kali
ini sudah memiliki porsinya.
"Dana yang saya jalankan sudah ada porsinya makanya kami tidak bisa berbuat banyak," jelas Fahsar kepada jamaah mesjid tua Almujahidin usai melaksanakan salat jumat berjamaah, Jumat (19/4).
Kendari demikian, Fahsar menuturkan, akan mengajukan tambahan pada anggaran perubahan nanti. Termaksud penataan belanja pegawai yang menggunakan 80 persen dari anggaran pokok. Makanya tahun ini Bone juga tidak membuka lowongan CPNS untuk umum.
Fahsar menambahkan, kehadirannya di mesjid tersebut karena merasa memiliki hubungan emosional dengan mesjid itu. Makanya ia menazarkan akan menggelar salat jumat pertamanya sebagai Bupati Bone di mesjid tua Almujahidin. Ia berharap agar masyarakat dapat mengingatkannya saat mengeluarkan kebijakan yang tidak memihak masyarakatm
"Nomor saya tidak pernah ganti. Kalau ada permasalahan yang melibatkan orang banyak saya persilahkan untuk menelpon," terangnya. (*)
"Dana yang saya jalankan sudah ada porsinya makanya kami tidak bisa berbuat banyak," jelas Fahsar kepada jamaah mesjid tua Almujahidin usai melaksanakan salat jumat berjamaah, Jumat (19/4).
Kendari demikian, Fahsar menuturkan, akan mengajukan tambahan pada anggaran perubahan nanti. Termaksud penataan belanja pegawai yang menggunakan 80 persen dari anggaran pokok. Makanya tahun ini Bone juga tidak membuka lowongan CPNS untuk umum.
Fahsar menambahkan, kehadirannya di mesjid tersebut karena merasa memiliki hubungan emosional dengan mesjid itu. Makanya ia menazarkan akan menggelar salat jumat pertamanya sebagai Bupati Bone di mesjid tua Almujahidin. Ia berharap agar masyarakat dapat mengingatkannya saat mengeluarkan kebijakan yang tidak memihak masyarakatm
"Nomor saya tidak pernah ganti. Kalau ada permasalahan yang melibatkan orang banyak saya persilahkan untuk menelpon," terangnya. (*)