Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pasangan Bupati Bone Kunjungi Korban Tersengat Petir

mengunjungi korban bencana alam itu selaku perwakilan pemerintah daerah.

Tayang:
Penulis: Mahyuddin | Editor: Ina Maharani

Laporan Reporter Tribun Timur Mahyuddin

Watampone, Tribun-timur.com -- Bupati dan Wakil Bupati Bone terpilih Andi Baso Fahsar M Padjalangi- Ambo Dalle melayat ke rumah korban tersengat petir dan tertimpa pohon di Dusun Libureng, Desa Selli, Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone, Minggu (14/4/2013).

Kendati belum dilantik, namun keduanya mengunjungi korban bencana alam itu selaku perwakilan pemerintah daerah.

Sebelumnya, hujan yang disertai petir melanda Kabupaten Bone Sabtu kemari mengakibatkan tujuh warga Kecamatan Bengo meninggal dunia di dua lokasi yang berbeda dengan desa yang sama. Ketujuh warga tersebut masing-masing, Amiruddin alias Kami (25), Baharuddin (38), Maddiseng (38) alias Mading, Masdar adalah warga Dusun Libureng, Desa Selli, dan Naimah, warga Dusun Pammase Desa Selli, serta dua warga Dusun Malaka, Desa Mattaropuli, Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone, Ihsan (30), dan Appi (25).

Sedangkan dua warga Dusun Libureng, Desa Selli, Kecamatan Bengo yang berhasil dilarikan ke Puskesmas Lappariaja Kabupaten Bone, kini sudah kembali ke rumahnya masing-masing, yakni Abdul Hayat dan Samade, warga Dusun Malaka, Desa Mattaropuli. Sementara ketujuh orang yang meninggal dunia tersebut, mulai dimakamkan satu persatu tadi pagi.

Adapun Naimah yang merupakan ibu rumah tangga tertimpa pohon kelapa saat bernaung di rumah kebun. Kejadian ini bersamaan dengan yang menimpa enam warga Kecamatan Bengo lainnya yang terkena sambaran petir saat bernaung di rumah sawah.

Menurut salah satu korban yang selamat dari sengatan petir Sopmpung (73), pada saat mereka menggiling padi di sawah yang sudah diarit, hujan deras mengguyur sekitara kompleks persawahan sehingga mereka mencari perlindungan dengan berteduh di rumah sawah.

"Saat itu ada dua kelompok penggiling padi yang bernaung dan saya bersama lima orang berada di atas rumah (Amiruddin alias Kami (25), Baharuddin (38), Maddiseng (38) alias Mading, Masdar) dan enam orang di bawah dari Dusun Malaka, Desa Mattaropuli. Tiba-tiba pada saat itu kilat bersamaan petir dan ada cahaya seperti kembang api. Saat itu, orang yang duduk di depan, di samping dan di belakang saya langsung tersungkur, begitu saya periksa, semuanya sudah tidak bernafas. Mereka adalah keluarga saya semua," jelas Sompung dengan menggunakan Bahasa Bugis sambil meneteskan air mata.

Sompung juga menjelaskan kalau begitu juga yang terjadi dengan yang bernaung di bawah rumah sawah, ada yang langsung tersungkur dan ada dua orang warga Dusun Malaka yang berlari sambil berteriak histeris dengan menutup kedua telinganya menggunakan tangannya.

"Sebenarnya kami bernaung sebanyak 11 orang dan kami berlima masih hidup dan katanya ada dua orang di bawah ke Puskesmas," terang Sompung. (Yud)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved