Kapolsek Ujung Bulu Kecewa ke Telkom
Kapolsek Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan AKP Sultan Taherong
Tayang:
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Muh. Taufik
BULUKUMBA, TRIBUN-TIMUR.COM- Kapolsek Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi
Selatan AKP Sultan Taherong, merasa kecewa dan menyampaikan keluhannya
kepada Tribun
Dia menuturkan bahwa pada 5 Januari lalu dia telah mendatangi kantor PT Telkom di Makassar untuk meminta pemasangan speedy di rumahnya di BTN BTN Citra Sudiang di Makassar.
Saat itu, oleh petugas memintanya segera bersabar dalam tempo tiga hari. Namun setelah lewat tiga hari, petugas PT Telkom di Makassar pula belum datang-datang.
Sultan Taherong menuturkan bahwa karena terlalu lama menunggu belum tiba petugas. Sehingga dia mencoba menghubungi layanan 147. Tetapi layanan tersebut pula tidak mendapat respon.
" Saya kecewa berat ini karena telah hampir sebulan saya dijanjikan akan dipasangkan speedy di rumah. Tapi sampai saat ini belum juga datang-datang petugasnya. Setiap saya hubungi mereka (operator) 147 alasannya meminta saya bersabar dan menunggu, tapi sampai kapan saya mau menunggu terus," kata Sultan saat menghubungi, Tribun, Minggu (13/1/2013).
Sultan juga mengaku tidak mengetahui mau mengadu kemana. Berbeda dengan di institusi kepolisian katanya. " Jika di polisi kan bisa kita bertemu dengan komandannya jika ada penting. Tetapi masalah ini kami tidak bisa menyampaikan ke pimpinannya karena ada sistem yang mengatur. Makanya melalui Tribun bisa menjembatani masalah itui," kata Sultan.(*)
Dia menuturkan bahwa pada 5 Januari lalu dia telah mendatangi kantor PT Telkom di Makassar untuk meminta pemasangan speedy di rumahnya di BTN BTN Citra Sudiang di Makassar.
Saat itu, oleh petugas memintanya segera bersabar dalam tempo tiga hari. Namun setelah lewat tiga hari, petugas PT Telkom di Makassar pula belum datang-datang.
Sultan Taherong menuturkan bahwa karena terlalu lama menunggu belum tiba petugas. Sehingga dia mencoba menghubungi layanan 147. Tetapi layanan tersebut pula tidak mendapat respon.
" Saya kecewa berat ini karena telah hampir sebulan saya dijanjikan akan dipasangkan speedy di rumah. Tapi sampai saat ini belum juga datang-datang petugasnya. Setiap saya hubungi mereka (operator) 147 alasannya meminta saya bersabar dan menunggu, tapi sampai kapan saya mau menunggu terus," kata Sultan saat menghubungi, Tribun, Minggu (13/1/2013).
Sultan juga mengaku tidak mengetahui mau mengadu kemana. Berbeda dengan di institusi kepolisian katanya. " Jika di polisi kan bisa kita bertemu dengan komandannya jika ada penting. Tetapi masalah ini kami tidak bisa menyampaikan ke pimpinannya karena ada sistem yang mengatur. Makanya melalui Tribun bisa menjembatani masalah itui," kata Sultan.(*)