Pelayanan Angkutan BMA Sangat Mengecewakan
TAK seperti dugaan semula, ternyata kualitas pelayanan Angkutan BMA
Perjalanan menuju Pinrang berjalan dalam ketidaknyamanan (tanpa AC seperti yang dipromosikan). Setelah berjalan lebih dari 1 jam, mobil BMA mogok di Pangkep sekitar jam 15.20 wita. Setelah bisa berjalan lagi, mobil BMA mogok lagi di Barru sekitar jam 16.40 wita. Mobil BMA itu akhirnya tinggal di Barru sampai jam 18.00 wita karena menunggu mobil pengganti dengan trayek Pare-Pare. Setelah mobil BMA pengganti tiba, perjalanan ke Pinrang dilanjutkan, dan pada jam 18.37 wita mobil berhenti lagi di terminal Pare-Pare untuk pindah mobil lagi karena mobil trayek Pare-Pare ini tidak mau mengantar sampai ke Pinrang (karena bukan rutenya). Setelah perjalanan dilanjutkan lagi dengan mobil BMA yang lain menuju Pinrang, akhirnya penumpang tiba di Perwakilan BMA di Pinrang sekitar jam 19.30 wita. Penderitaan para penumpang terutama anak-anak akhirnya berakhir setelah sekitar 5,5 jam merasakan perjalanan dari Makassar sampai di Pinrang tanpa AC (seperti yang dipromosikan).
Sepanjang perjalanan, ponakan kami yang masih bayi dan anak-anak penumpang lainnya menangis karena ketidaknyamanan selama perjalanan. Beberapa penumpang lain juga mengeluh karena batalnya agenda mereka di Pinrang akibat keterlambatan mobil Angkutan BMA tiba di Pinrang. Dan untuk semua ketidaknyamanan tersebut, tak ada sedikit pun tanggung jawab (apalagi kompensasi) yang ditunjukkan pihak manajemen. Ketika kami menyampaikan komplain via telepon untuk meminta pertanggungjawaban pihak manajemen, petugas BMA yang menerima telepon menjanjikan pihak manajemen akan menghubungi kami untuk memberikan penjelasan. Namun, sampai 2 kali kami menyampaikan komplain via telpon, 2 kali pula dijanjikan akan dihubungi pihak manajemen BMA untuk menyampaikan pertanggungjawaban. Dan tak pernah sekalipun pihak manajemen angkutan BMA menghubungi kami untuk mempertanggungjawabkan kelalaiannya terhadap penumpang. Ini menunjukkan tidak profesional dan tidak bertanggungjawabnya pihak manajemen Angkutan BMA dalam menghargai hak-hak konsumen yang telah membayar ‘mahal’ untuk kenyamanan yang dijanjikan dan tidak ditepati.
Muliati
Said
Warga Masyarakat Makassar