PUBLIC SERVICES
Pungutan Liar di BTN KODAM III Meresahkan
setiap pagi jalan utama yang melintas di BTN KODAM III dipalang
Penulis: CitizenReporter | Editor: Muh. Taufik
Alibaba, pengguna jalan dan korban pemukulan
Melaporkan dari Makassar
TRIBUN-TIMUR.COM- Setiap pagi jalan utama yang melintas di BTN KODAM III dipalang dengah sebuah bambu yang bambu tersebut dipegang oleh seorang anggota TNI yang berpakaian preman, cuma memakai kaos oblong dan bercelana panjang, disisi jalan berdiri seorang anak berumur sekitar 7 tahun memegang sebuah dos sebagai tempat uang, disisi lain jalan beberapa ibu-ibu berteriak "sumbangan - sumbangan" .
Setiap hari warga lalu lalang dijalan tersebut untuk menuju tempat aktiffitas mereka masing-masing, ada yang mengantar anak sekolah, tukang ojek, buruh bangunan, dan pekerja kantoran, parahnya lelaki yang memegang bambu tidak segan - segan memukul pengguna jalan yang tidak memberikan sumbangan. Seorang ibu yang tiap pagi mengantar anaknya kesekolah melewati jalan tersebut mengeluh dalam bahasa Makassar "nakke iya bari-baribasakku ammalo, punna mallo mesti bayaraka, nampa le'bamo kusumbang semen siagang dowe limampulo sa'bu". Artinya, saya tiap pagi lewat disitu, kalo lewat harus bayar setiap kali lewat, baru saya sudah menyumbang semen dan uang 50.000 ribu, demikian juga tukang ojek mengeluhkan permintaan sumbangan ini.
Di tempat ini sedang diperbaiki saluran air yang panjangnya sekitar 2 meter, yang diatasnya akan dibuat sebagai jembatan. Dari spanduk kecil yang dipasang disekitar perbaikan got ini, bahwa ini merupakan hasil rapat antara RT-RW dan warga BTN KODAM III, perbaikan got ini dimulai pada hari minggu 25 Nopember 2012 dan belum diselesaikan sampai Rabu pagi, 28 Nopember 2012. (*)