Inilah 3 Calon Rektor IPB
Sidang Pleno Senat Akademik IPB telah menetapkan tiga calon rektor Institut Pertanian Bogor (IPB).
Ketua Majelis Wali Amanah (MWA) IPB MA Chozin, Rabu (7/11/2012), mengatakan, IPB berupaya menemukan pemimpin masyarakat akademis (academic leader) yang berkarakter inklusif. Pemimpin yang dapat mempertahankan kampus sebagai kekuatan moral yang dapat menyejahterakan masyarakat melalui kiprah kampus yang dipimpinnya.
Pemimpin yang senantiasa mengapresiasi aspirasi masyarakat kampus selain kewajibannya untuk loyal kepada negara.
Ketiga calon rektor yang diajukan untuk dipilih MWA
serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan adalah Dr Ir Asep Saefuddin
(Departemen Statistika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam),
rektor IPB saat ini Prof Dr Ir Herry Suhardiyanto (Departemen Teknik
Mesin
dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian), dan Prof Dr Ir
Muhammad Zairin Junior (Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Ilmu
Perikanan dan Ilmu Kelautan).
Herry Suhardiyanto berpeluang untuk menjabat Rektor IPB kedua kalinya. Sebab, dukungan untuk Herry dari civitas akademika IPB terbilang paling banyak.
Herry mengatakan, IPB harus mampu berperan menjadi penggerak prima dan pengarusutamaan pertanian di Indonesia. Sementara itu, Asep menggagas program Gerakan mahasiswa bertani.
Implementasinya bisa dalam bentuk program khusus pertanian terpadu (integrated farming) yang akan bekerjasama dengan Pemerintah Daerah, BUMN, kementrian, dan instansi lainnya yang peduli terhadap pengelolaan SDA dan modal sosial, termasuk dukungan alumni.
Program ini akan mengintegrasikan berbagai bidang ilmu dan teknologi pertanian yang dimiliki IPB dengan pendekatan transdisiplin (pertanian holistik). Progarm ini akan mengundang para mahasiswa dari seluruh provinsi melalui suatu sistem penjaringan berbasis keilmuan dan teknologi, sosial budaya, dan psikologi. Detilnya akan dibuat oleh tim kurikulum holistic agriculture.
Setelah lulus, sarjana akan kembali ke daerahnya untuk membangun pertanian sebagai pemimpin dalam agro-preneur di daerah. Adapun Zairin akan mewujudkan IPB sebagai benteng pertanian Indonesia.
Untuk menarik minat generasi muda pada pertanian, citra pertanian yang tradisional, turun-temurun, tidak terdidik, dan tidak terlatih harus diubah jadi modern dan tradisional.