Cara Aksa Mahmud- Ramlah Kalla 'Membalas Budi 'Pembantunya'
DUA puluh tahun menjadi pengurus rumah tangga di Jl Charil Anwar No 3, Makassar, bukan waktu yang sedikit bagi Hajjah Umrah (39).
Penulis: Ilham Arsyam | Editor: Edi Sumardi
Wanita asal Kampung Lembang Lohe, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sinjai ini, baru lepas dari usia gadis belia, namun mendapat kepercayaan besar dari empunya rumah, M Aksa Mahmud dan Ramlah Kalla.
Umrah bekerja diu tahun 1994, saat Erwin (37), putra tertua Aksa baru dikirim ke Bandung untuk melanjutkan pendidikan SMA. Saat itu, Subhan Aksa (24), putra bungsu Aksa-Ramlah, baru lancar melafalkan kalimat lengkap dan masih balita.
Bagi Ramlah, Umrah lebih dari sekadar house keeping. "Umma sudah jadi bagian dari keluarga kami. Hampir semua anak saya diperlancar mengaji-nya sama Umrah," kata Ramlah.
Umma adalah sapaan akrab Ramlah untuk Umrah. Medio tahun 2000-an, Ummah menunaikan ibadah haji.
Sebagai bentuk "balas budi", Hari Minggu (4/11/2012) kemarin, Aksa dan Ramlah menghadiri pernikahan Umrah dengan Rusdi (41), pemuda sekampungnya.
Dengan naik heli, Founder Bosowa ini terbang ke Sinjai Selatan. Lapangan Sepak Bola Lembang Lohe, sekitar 2 km dari lokasi resepsi pernikahan, jadi helipad untuk capung besi milik keluarga ini.
Selain Aksa dan nyonya, juga datang Direktur Bosowa Foundation Baharuddin dan istri juga datang. Melaluyi perjalanan darat dua bus dan belasan obil MPV yang memuat kelompok pengajian dan arisan Bosowa Group juga menghadiri pernikahan Ummah.
Ini adalah kedatangan heli pertama di kampung pegunungan perbatasan Bulukumba-Sinjai selatan ini. Orangtua Ummah, yang hanya petani lahan seperempat hektare, menitikkan air mata
Kepercayaan Ramlah dan keluarga memang besar. Beberapa adik Ummah juga disekolahkan hingga perguruan tinggi dan kini dua diantara telah jadi kelaurga mandiri, dan bekerja di Makassar.
Selain itu, Ramlah yang juga adik kandung Jusuf Kalla ini, sering meminta Umma merekomendasikan beberapa kerabat yang ditempatkan di rumah putra-putrinya, di Makassar dan Jakarta.
Di kampung Ummah, Aksa memberi bantuan Rp 10 juta untuk Panitia MTQ level kecamatan. Proyek pembangunan kantor Desa Lembang Lohe, juga dibantu Aksa. Sebanyak 200 mushaf Alqur'an untuk 10 masjid/langgar di kecamatan itu juga diserahkan Aksa.
Kepala Desa Lembang Lohe Drs Mappiara M menyebutnya Umrah sebagai pembawa berkah bagi desa kelahirannya. Kampungnya jadi terkenal dan dikunjungi orang penting Indonesia. "Modalnya hanya jujur dan kemauan kerja keras," kata Mappiara.