Anggaran Dana Proyek MP3EI Rp 19 T
residen Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), beserta Ibu Negara Ani Yudhoyono
Penulis: Abdul Azis | Editor: Muh. Taufik
Balikpapan,TRIBUN-TIMUR.COM--Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), beserta Ibu Negara Ani Yudhoyono tiba di Terminal Petikemas Kariangau Balikpapan, Rabu (24/10/2012) tepat pukul 10.15 Wita. Kedatangan orang nomor satu di Indonesia beserta rombongan adalah untuk meresmikan dua proyek pembangunan dalam Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang dipusatkan di Pelabuhan Petikemas Kariangau, Balikpapan.
Proyek yang diresmikan pendiri Partai Demokrat bersumber dari anggaran APBN, APBD Provinsi, APBD serta BUMN dan PT Pelindo IV untuk Proyek Pelabuhan Petikemas Kariangau. Sedangkan untuk Proyek peresmian Bandara Kalimarau menggunakan anggaran dana dari APBN, APBD Provinsi dan APBD Kabupaten Beru. Secara keseluruhan baik yang diresmikan maupun proyek yang sedang Ground Breaking adalah senilai Rp 19 Triliun.
Enam proyek yang sedang Ground Breaking di antaranya pabrik pupuk Kaltim V di Bontang menelan dana Rp 6,08 triliun. Dalam peresmian tersebut sejumlah menteri juga hadir di antaranya, Menteri BUMN Dahlan Iskan, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Perindustrian MS Hidayat, Menteri Kelautan dan Perikanan Syarif C. Sutardjo, Menteri Kehutanan Zulkifili Hasan, dan Seskab Dipo Alam.
Peresmian yang dihadiri beberapa pejabat tinggi di Kaltim ditandai dengan penekanan tombol bersamaan dengan Ground Breaking. Dalam sambutannya SBY mengungkapkan bahwa program MP3EI mengalami progres yang positif, meski banyak yang berkomentar miring tentang program percepatan pembangunan infrastruktur di daerah ini," komentrar ini ada yang mengganggap bahwa itu hanyalah pencintraan saja dan isapan jempol saja," kata SBY dalam sambutannya, Rabu (24/10/2012).
SBY menambahkan hal yang harus dilaksanakan dan dilakukan oleh pemerintah adalah mewujudkan Proyek Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia. Saya berharap agar tidak ada yang terpengaruh dengan banyaknya komentar miring," komentar itu lumrah dan saya rasa tidak perlu untuk ditanggapi," jelasnya.
Dalam Sambutannya Gubernur Kaltim Awang Forek Isah mengungkapkan, Dalam rancana pembangunan jangka menengah Kaltim 2009-2013 telah ditetapkan Visi yakni, "Kaltim Bangkit 2013" yaitu mewujudkan Kalimantan Timur sebagai pusat agroindustri dan energi terkemuka dan maju masyrakat yang adil dan sejatra," visi ini sangat selaras dalam tema pembangunan koridor Kalimantan sebagai pusat produksi sekaligus pengelola hasil tambang dan lumbung energi nasional," ungkap Gubernur Kaltim, Awang Forek Isah.
Awang menambahkan bahwa dalam kesempatan ini kami juga menyampaikan proyek-proyek dalam MP3EI yang akan dilakukan kedepannya adalah pembangunan jembatan Pulau Balang Betang sepanjang 1.344 meter, pembangunan rel Kareta Api dari Muara Wahau ke Lubuk Tutung dengan panjang 135 Kilometer, dan Pembangunan Coal Terminal terbesar di Pulau Miang Besar, Kutai Timur," ini merupakan rencana kedepannya nantinya," ungkapnya. (*)
Sementra, Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha PT Pelindo IV, Max K. Lumempouw, saat ditemui usai peresmian Terminal Petikemas Kariangau agar Sulsel dapat mencontoi apa yang ada di sini (Kaltim). Ia menganggap pemerintah di Kota Makassar, kurang koordinasi dengan banyaknya pengusaha yang melakukan reklamasi sekitar rencana pembangunan pelebaran Pelabuhan Sukarno-Hatta Makassar.
Max mengungkapkan pembangunan Pelabuhan Petikemas Kariangau, pemprov Kaltim sangat merespon baik dan selalu melakukan koordinasi dengan baik dan mau bekerja sama dengan Pelindo IV untuk sharing tentang investasi dengan total anggaran Rp 715 miliar," meski tidak ada hubungan dan pengaruh langsung pembangunan terminal petikemas Balikpapan dan Pelabuhan Petikemas di Makassar dari sisi bisnis. Namun, kami berharap Pemkot Makassar, bisa lebih bekerja sama," harap Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha PT Pelindo IV, Max K. Lumempouw.
Terpisah, Direktur Utama PT Pupuk Kaltim, Aas Asikin Idat, dikonfirmasi mengungkapkan progress proyek pembangunan pabrik untuk unit V akan rampung pada akhir Oktober dan telah menyerap tenaga kerja cukup banyak. Pembangunan ini sudah berjalan setidaknya 28,51 persen dari keseluruhannya dan tercatat 792 tenaga kerja yang diserap proyek ini. Diproyeksikan, pada puncaknya, yaitu sekitar Juni 2013 dan akan mempekerjakan sekitar 3.000 orang," ungkap Dirut PT Pupuk Kaltim Aas Asikin Idat.