Rabu, 26 November 2014
Tribun Timur
Home » News » Politik

SYL: Tidak Ada Yang Salah Dengan Militer

Minggu, 16 September 2012 19:14 WITA

SYL: Tidak Ada Yang Salah Dengan Militer
internet
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan keluh kesahnya terkait simbol-simbol militeristik yang digunakannya dalam Pemilihan Gubernur Sulsel 2013.

Dalam rilis yang dikirimkan tim pemenangannya, Syahrul mrngatakan tidak ada yang salah dengan milter. Penggunaan simbol-simbol militeristik dalam manajemen pemenangannya hanyalah sebuah pendekatan.

"Ada yang mengkonotasikan komandan dengan militer. Kata komandan menjadi sesuatu dialek kita di Sulsel, bahkan yang pakai G dengan memanggil saya 'Komandang' juga ada. Jangan konotasikan komandan seperti itu. Lagi pula, tidak ada yang salah dengan militer. Ini hanya sebuah pendekatan," kata Syahrul dalam rilis tersebut, Minggu (16/9)

Begitupun dengan istilah Kapal Induk. Istilah itu dipakai untuk mengeksplorasi potensi yang dimiliki Provinsi Sulsel, ibarat kita berada di tengah laut menuju harapan-harapan baru. Tidak seharusnya juga dikonotasikan dengan sebuah sikap militeristik.

"Kenapa tidak pakai yang lain, karena kita banyak. Sulsel bukan provinsi kecil, kalau cuma pakai jolloro, tidak kuat. Kok ada yang permasalahkan itu, saya aneh juga," jelasnya.

Menurutnya, tidak ada yang salah dengan militer. Tidak ada negara yang berhasil dan merdeka tanpa militer yang kuat. Karenanya, ia berharap, militer tidak dikonotasikan dengan otoritarian.

Pasalnya, di militer ada aturan yang mengikat secara struktural maupun fungsional.

"Jangan sampai bergaya sipil, tapi begitu ada yang protes langsung ditindak. Yang harus dilawan itu otoriter. Tidak ada negara tanpa militer. Saya tidak pernah sanksi seseorang tanpa melalui aturan," tegasnya.

Ungkapan keluh kesah Syahrul 'ditumpahkannya' saat dalam perjalanan menuju Kabupaten Jeneponto untuk silaturahmi dengan Kerukunan Keluarga Turatea (KKT).

Jika biasanya Syahrul 'duduk manis' sebagai penumpang, kali ini Syahrul rupanya ingin merasakan bagaimana berada dibalik kemudi bus ekstra besar bertuliskan "Don't Stop Komandan" yang kerap ditumpanginya ketika berkeliling di 24 kabupaten/kota di Sulsel.
Editor: Ina Maharani

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas