A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Kapten Rusli Minta Pilgub Sulsel melalui Polling SMS - Tribun Timur
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 22 Agustus 2014
Tribun Timur
Home » News » Politik

Kapten Rusli Minta Pilgub Sulsel melalui Polling SMS

Rabu, 15 Agustus 2012 22:51 WITA
Kapten Rusli Minta Pilgub Sulsel melalui Polling SMS
TRIBUN TIMUR/ILHAM MANGENRE
Kapten Rusli saat menemui sejumlah wartawan di Media Center, Kantor DPRD Sulsel, Makassar, Rabu (15/08/2012).
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Bakal calon gubernur perseorangan Sulsel, Capt Rusly Ibrahim, meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel melakukan pemungutan suara  pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sulsel 22 Januari melalui poling SMS (short message service).

Permintaan pria kelahiran Bontonompo, Gowa, 8 Maret 1947 ini disampaikan saat menemui sejumlah wartawan di Media Center, Kantor DPRD Sulsel, Makassar, Rabu (15/08/2012).

"Politik uang yang marak selama ini dalam pemilukada, khususnya serangan fajar. Sebaiknya pemilukada dilakukan dengan sistem poling SMS. Dimana pengiriman data yang tercantum dalam kartu tanda penduduk (KTP)," kata pria yang sudah 28 tahun di atas kapal ini.

Selain mengajukan pilgub melalui poling, Rusli mengaku akan segera menghadap Mahkamah Konstitusi (MK) untuk menghapus peraturan cagub independent. Menurutnya, sistem tersebut menyesatkan.

"Menghadap MK supaya UU calon independen itu dihapuskan saja, itu kan hanya prodak orang-orang prpol, di mana parpol memberi aturan yang berat, supaya orang bebas, biarkan rakyat memilih sendiri. Tidak usah ada lagi KTP, biarkan masyarakat pilih sendiri, supaya tidak lagi biaya," Rusli menambahkan.(*)
Penulis: Ilham
Editor: Ridwan Putra
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
98182 articles 11 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas