CITIZEN REPORTER
Antri 2 Jam Masuk ke Raodah
Abdul Rachmat Noer, GM Perencanaan & Pengembangan Pemasaran
Penulis: CitizenReporter | Editor: Ridwan Putra
Abdul Rachmat Noer, GM Perencanaan & Pengembangan Pemasaran PT. Semen Tonasa
melaporkan dari Arab Saudi
SETIAP orang yang berangkat ke tanah suci baik untuk melaksanakan haji maupun umrah pasti memiliki pengalaman yang berbeda. Bahkan seseorang yANg sering mengunjungi tanah haram pun selalu mendapatkan pengalaman yANg berbeda setiap berangkat ke tanah suci.
Demikian pula yANg saya rasakan tahun ini. Kepergian saya ke tanah suci uNtUk melaksanakan umrah ramadan dan insya Allah akan berlebaran di Mekkah, merupakan yANg ketiga kalinya. Namun, setiap mendatangi tempat-TEMPAT suci di tanah haram selalu mEndapatkan pengalaman yANg berbeda.
Untuk umrah ramadan tahun ini menjadi pengalaman tersendiri mengingat apa yANg saya niatkan untuk mendatangi dan berdoa ditempaT yANg spesial bisa terlaksana dengan lancar. Sebut saja ketika saya ingin salat dan berdoa di raodah pada hari pertama tiba di Madinah pada 18 Ramadan, atas izin Allah bisa terwujud.
Setelah memasuki masjid Nabawi di hari pertama, sudah ada niat yANg kuat untuk masuk ke raodah. Untuk memuluskan niat tersebut, saya sengaja memilih tempat dibelakang raudah uNtUk shalat LOHOR. Raodah sendiri tIdAk bisa saya masuki karena sUdAh diberi dinding pembatas.
Setelah shalat duhur, jamaah sdh mulai memasuki jalan menuju pintu masuk raudah yg sengaja dibuat kecil utk menjaga jangan sampai berdesak2an di dalam raodah. Kondisi jamaah saat akan memasuki kawasan raodah memang begitu ramai. Jamaah yg berasal dr berbagai belahan dunia kadang harus saling mendorong utk mengamankan posisinya. Utk membuat jamaah tenang, salah seorang petugas memberi pengarahan agar saat memasuki kawasan raodah diminta untuk tertib dan tidak saling mendorong.
Satu hal yg saya syukuri karena hanya butuh waktu 30 menit utk bisa masuk ke raodah dan melaksanakan shalat di samping kiri mihrab Nabi. Seperti tidak ada masalah yg saya hadapi ketika akan memasuki kawasan raodah. Mungkin karena sebelumnya sdh shalat sunnat utk meminta dimudahkan Allah sWT masuk ke raodah. Usai shalat dan berdoa, lanjut ziarah ke makam Rasulullah dan sahabatnya, Abu Bakar dan Umar bin khattab.
Hari kedua di Madinah saya tdk sempat masuk ke raodah karena waktu yg saya pilih yaitu abis shalat ashar bukan waktu yg diizinkan. Hari itu kawasan raodah dibuka setelah shalat tarawih. Akhirnya saya memutuskan utk masuk ke raodah nanti di hari ketiga atau sebelum meninggalkan madinah menuju mekkah pada hari Rabu.
Alhamdulillah, seperti pada haari pertama, untuk masuk ke raodah tdk terlalu sulit. Kali ini saya memilih masuk ke raodah setelah shalat subuh sekitar pukul 05.15. Seperti biasa tempat disekitar raodah sudah diberi hijab oleh petugas kebersihan utk mengatur jangan sampai ada penumpukan didaerah raodah. Saya langsung mendekat ke hijab yg membatasi raodah dengan tempat jamaah mengantri. Kali ini saya dan jamaah umrah harus mengantri cukup lama. Setelah menunggu 2 jam lamanya, barulah hijab itu dibuka. Rupanya, sudah ada tamu kerajaan yg lebih dulu masuk ke kawasan raodah dengan pengawalan ketat. Apa boleh buat, kami harus berdiri antri selama 2 jam. Pinggang rasanya sudah mau patah, lutut sudah mulai gemetar karena kelamaan berdiri. Tapi setelah waktu menujukkan pukul 07.15 pintau hijab menuju ke raodah dibuka oleh laskar. Jamaah berlarian memasuki raodah, dan sebagian menuju ke tempat yg dianggap spesial yaitu di depan mihrab Nabi. Kali ini saya beruntung karena bisa shalat dan berdoa pas di depan mihrab Nabi keberuntungan ini merupakan buah kesabaran saya yg menunggu seorang jamaah dari Mesir menyelesaikan shalatnya. Kemudian saya maju menggantikan posisinya. Alhamdulillah, sulit rasanya menggambarkan perasaan haru saya saat bersujud sambil bermunajat kepada Allah. Tak terasa air mata saya menetes membasahi karpet tempat saya bersujud. Inilah pengalaman yg paling berkesan selama 3 hari beribadah di Madinah. Doa dan harapan saya semoga tahun depan Allah masih memberi kesempatan utk mengunjungi Masjid Nabawi. Amin.(*)