PBB dukung RUU kontrasepsi Filipina
Presiden Filipina, Benigno Aquino, mendukung RUU tersebut yang juga berisi seruan agar keluarga memiliki dua anak saja.
PBB mendesak Filipina untuk meloloskan rancangan undang-undang yang memungkinkan pemerintah menyediakan kontrasepsi gratis.
Seorang pejabat PBB mengatakan RUU itu akan membantu mengurangi angka kematian ibu di Filipina yang merupakan salah satu yang tertinggi di Asia Tenggara.
Hari Sabtu (04/08), seorang pastur memimpin protes menentang RUU yang menurut mereka akan merongrong nilai moral.
Presiden Filipina, Benigno Aquino, mendukung RUU tersebut yang juga berisi seruan agar keluarga memiliki dua anak saja.
Lebih dari 80% penduduk Filipina beragama Katolik.
Ugochi Daniels, dari Dana Kependudukan PBB mengatakan ia tetap "optimistik" bahwa Presiden Aquino akan mendapatkan cukup dukungan agar RUU itu lolos hari Selasa (07/08/2012).
Nona Daniels mengatakan ia "sangat prihatin" karena tingginya angka kematian ibu di negara itu.(*)